Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 29 April 2026 | 03.33 WIB

Soal Usulan Gerbong Perempuan Dipindahkan, AHY Sebut Fokus Utama Bukan di Gender

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengunjungi korban laka kereta di RSUD Bekasi (Royyan/JawaPos.com) - Image

Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat mengunjungi korban laka kereta di RSUD Bekasi (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyebut, usulan pemindahan gerbong perempuan ke tengah rangkaian KRL tak menjadi fokus utama untuk mengevaluasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam kemarin.

Ia menegaskan bahwa laki-laki maupun perempuan memiliki kedudukan yang sama dan tidak boleh menjadi korban dalam insiden apa pun.

"Jadi yang kita fokuskan adalah bukan perempuan dan lakinya, tetapi bagaimana sistem transportasi kereta dan sistem transportasi publik lainnya ini aman, selamat, menghadirkan rasa aman, nyaman, dan juga safety first itu benar-benar bukan hanya menjadi jargon tapi benar-benar bisa kita terapkan dengan baik," ucap AHY usai menjenguk korban di RSUD Kota Bekasi, Selasa (28/4).

Meski begitu, AHY mengaku paham dengan usulan agar gerbong perempuan dipindah ke tengah rangkaian kereta. Sebab, dalam kasus ini mayoritas korban merupakan perempuan.

"Memang belum pernah terjadi sebelumnya ada tumbukan dari KRL dari belakang dihantam. Dan kebetulan yang paling belakang adalah kereta khusus wanita. Jadi pasti ada concern mengapa justru yang paling rentan yang kita siapkan secara khusus selama ini gerbongnya, justru yang mendapatkan bisa dikatakan risiko yang paling tinggi," pungkas AHY.

Sebelumnya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifah Fauzi mengusulkan penempatan gerbong khusus perempuan pada KRL dipindah ke bagian tengah rangkaian. Usulan ini muncul setelah insiden kecelakaan kereta antara Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.

Arifah menyampaikan, perubahan posisi gerbong perempuan dinilai penting untuk meningkatkan aspek keselamatan penumpang, khususnya perempuan, berdasarkan evaluasi awal dari kejadian tersebut.

“Kalau tadi kita ngobrol dengan KAI, kenapa ditaruh di paling depan atau paling belakang supaya tidak terjadi rebutan. Tapi dengan peristiwa ini, kita mengusulkan kalau bisa yang perempuan itu ditaruh di tengah,” katanya kepada wartawan di RSUD Bekasi, Selasa (28/4).

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore