
Presiden Joko Widodo didampingi AHY saat memukul gong tanda dibukanya Rapimnas Partai Demokrat.
JawaPos.com - Ada pemandangan unik pada pembukaan rapat pimpinan nasional (rapimnas) Partai Demokrat yang berlangsung di Sentul International Convention Center, Bogor, Sabtu (10/3). Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberi isyarat kepada Ketua Komando Satgas Bersama (Kogasma) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk berdiri di sebelah kirinya sebelum memukul gong acara besar parpol yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.
Sebelum secara simbolis memukul gong untuk membuka rapimnas, Jokowi yang berdiri di panggung sempat menunggu SBY, AHY, dan Sekjen Hinca Panjaitan yang akan mendampingi prosesi itu. Awalnya, Jokowi berdiri di sebelah kiri gong. Sedangkan SBY, AHY, dan Hinca berada di sebelah kanan untuk menyaksikan prosesi.
Saat akan membunyikan gong, Jokowi menyampaikan isyarat tangan, meminta AHY berdiri di sampingnya lebih dulu. Barulah saat itu Jokowi membunyikan gong lima kali, tanda dibukanya rapimnas Partai Demokrat.
Beberapa saat sebelum itu, SBY dalam pidato politiknya juga memberikan isyarat untuk mendukung Jokowi pada Pilpres 2019.
Menurut SBY, merosotnya elektabilitas Demokrat pada Pemilu 2014 disebabkan dua hal. Pertama, adanya kader yang terseret korupsi. Kedua, keputusan untuk tidak mengajukan calon dalam pilpres. Dengan dasar itu, SBY menyatakan kesiapan Demokrat untuk bergabung bersama Jokowi pada Pemilu 2019 nanti.
"Jika Allah SWT mengizinkan, insya Allah Partai Demokrat akan senang berjuang bersama Bapak (Jokowi, Red). Apa pun namanya, apakah koalisi atau aliansi, apabila kerangka kebersamaannya tepat," ujar SBY.
SBY mengisyaratkan kesiapan bergabungnya Demokrat apabila sejumlah syarat bisa terpenuhi. Selain kerangka kebersamaan, Demokrat ingin terlibat dalam penyusunan visi Indonesia 2019-2024. Selain itu, sebuah koalisi akan berhasil, solid, dan kuat jika dilandasi saling percaya. "Mutual respect dan mutual trust. Koalisi adalah masalah hati. Partai Demokrat siap membangun koalisi seperti ini," katanya.
Presiden keenam RI tersebut juga meminta restu kepada Presiden Jokowi agar Demokrat bisa sukses dalam Pemilu 2019. Namun, Demokrat juga tidak ingin mengumbar banyak janji sebelum tercapai kesepakatan terkait koalisi.
"Insya Allah, jika masuk pemerintahan, hal-hal yang baik di pemerintahan yang dulu akan diperjuangkan. Sudah tentu, hal-hal yang baik di pemerintahan Pak Jokowi patut dipertahankan dan ditingkatkan," tutur SBY.
Tak lupa, SBY juga mendoakan Jokowi bisa menuntaskan masa bakti dengan hasil dan capaian yang sebaik-baiknya. SBY menyebut tantangan Jokowi saat ini adalah bagaimana mengelola ekonomi global. Sebab, rakyat sungguh berharap perekonomian pada tahun mendatang bisa tumbuh makin tinggi. Apa yang dialami Jokowi, kata SBY, juga dialaminya menjelang Pilpres 2009.
"Harga minyak meroket di tahun 2008. Berminggu-minggu kami tidak tidur bagaimana agar ekonomi tidak jatuh seperti 1998. Alhamdulillah, Allah menolong, harga minyak menurun dan Indonesia bisa selamat," ujarnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
