Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 19.00 WIB

Menilik Jejak Tangan Dingin Pelatih Baru Persipura, Peter Butler

Peter Butler bakal jadi pelatih baru Persipura. - Image

Peter Butler bakal jadi pelatih baru Persipura.

JawaPos.com - Persipura Jayapura secara resmi menunjuk Peter Butler sebagai pelatih anyar musim depan. Butler, punya sejumlah kelihaian berkat tangan dinginnya.


Mutiara Hitam—julukan Persipura—memang sebelumnya sudah membebastugaskan Wanderley Santos sebagai pelatih. Alhasil, mereka menunjuk Butler sebagai nahkoda baru.


"Calon Pelatih Persipura Jayapura, yakni Peter Butler. Dia sudah punya pengalaman cukup banyak sebagai pelatih, dan pernah di Indonesia beberapa tahun lalu, sempat menangani Persiba," ujar Ketum Persipura, Benhur Tomi Mano dalam rilisnya.


Pelatih asal Inggris ini memang punya jejak karir yang lumayan bagus. Karirnya pertama kali dimulai saat jadi pelatih sementara Halifax Town. Dia kemudian pindah ke Australia menjadi pelatih-pemain Sorrento FC kurun 2000-2002.


Butler akhirnya mencoba pertaruhan di Asia Tenggara. Sejumlah klub pernah ditanganinya, semacam SAFFC, Sabah FA, Persiba, Kelantan FA, hingga Terengganu T-Team.


Mantan pemain West Ham United itu juga pernah jadi pelatih kepala di BEC Tero Sasana. Saat ini, dia meiliki Lisensi UEFA Pro. Selama karirnya, Butler terbilang cukup istimewa.


Paling diingat tentu saat membawa Persiba Balikpapan promosi ke ISL pada 2008 lalu. Hal ini setelah Beruang Madu kala itu dibawanya finis di urutan ketujuh wilayah Timur Liga Djarum Indonesia.


Dia tangani Persiba dalam dua masa, pertama pada 2006 sampai 2008, kemudian kembali 2012 lalu. Pada 2012, Persiba memang finis di urutan ketujuh. Tapi lebih baik capaian itu setidaknya lebih baik dari tim asal Kaltim lainnya, Mitra Kukar (9) dan Persisam Samarinda (11).


Pernah Bermasalah


Pelatih asal Inggris ini nyatanya pernah bermasalah dalam karirnya. Hal itu saat dia jadi pelatih kepala di Terengganu FA. Jadi ceritanya kala itu Butler menegur dua pemain untuk kembali dari suatu malam pada pukul 3 pagi, sebelum pertandingan.


Tindakannya itu sebenarnya didukung fans. Namun manajemen klub malah marah dan memberinya sanksi enam bulan, denda 4 ribu ringgit, dan pemotongan gaji 15 persen. Ironisnya, dia langsung diputus kontrak.


Hukuman yang diterima Butler itu dianggap tak adil. FAM akhirnya menyelidiki kasus itu. Pada 18 Oktober 2012, FAM akhirnya membebaskan Butler atas tuduhan apa pun, membatalkan penangguhan yang dikenakan kepadanya dan secara terbuka mengecam FA Terengganu. TFA diperintahkan untuk membayar Butler sisa bulan kontraknya.


Pernah Jadi Pelatih Timnas


Butler pernah ditunjuk sebagai pelatih timnas Botswana, salah satu negara di Afrika Selatan. Kinerjanya cukup mumpuni karena berhasil membawa Botswana pertama kali dalam 11 tahun terakhir masuk AFCON 2015,


Botswana melanjutkan kejutannya dengan melumpuhkan Burundi & Guinea Bisau untuk mencapai tahap grup AFCON. Kala itu, mereka cuma kalah dari hukuman menit terakhir lawan Tunisia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore