Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 6 Desember 2017 | 13.55 WIB

Air Laut Naik ke Darat, Permukiman Penduduk dan Objek Wisata Terendam

Air pasang meluap hingga ke jalanan kota di Kotabaru, tadi malam. - Image

Air pasang meluap hingga ke jalanan kota di Kotabaru, tadi malam.

JawaPos.com - Warga pesisir Kota Pulau Laut, Kalimantan Selatan tampak begitu waswas. Di akhir tahun air laut naik ke darat hingga menggenangi permukiman. Bahkan air masuk ke beberapa rumah yang berada di pesisir. Begitu juga di jalan pusat kota.


Berdasar pantauan Radar Banjarmasin (Jawa Pos Group), tadi malam (5/12) air laut naik ke darat sekitar pukul 18.00 dan terus meninggi hingga pukul 19.00. Dampaknya, tempat wisata Siring Laut yang berada di pesisir depan kantor bupati terendam hingga hampir lutut orang dewasa di beberapa titik.


Air laut juga menggenangi beberapa jalan utama. Rumah yang berada di sekitar muara sungai juga terendam. Fenomena tersebut membuat warga yang rumahnya tergenang memilih berada di luar rumah, menunggu air surut.


Warga pesisir Kotabaru sudah biasa menghadapi fenomena tahunan itu. Menurut mereka, air laut pasang memang tinggi setiap Desember. Namun, kejadian itu tidak lama. "Biasanya awal bulan, tiga hari. Nanti pertengahan atau akhir bulan ya terjadi lagi," kata Fathul Jannah, warga setempat.


Tagana, Basarnas, BPBD, dan petugas yang lain terus memantau situasi di lapangan. Mereka bersebar di beberapa titik di kawasan pesisir padat penduduk. Imbauan agar warga berhati-hati korsleting diumumkan.


Sementara itu, prakirawan Stasiun Meteorologi (Stamet) Kelas II Syamsuddin Noor Purwo Aji Setiawan mengatakan, berdasar pantauan BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), ketinggian gelombang laut belum mencapai taraf ekstrem.


Prakiraan cuaca kelautan dari Stamet menyebutkan, Selasa pagi hingga Rabu pagi kecepatan angin di perairan Kotabaru mencapai 2-10 knot dan ketinggian gelombang 0,1-0,5 meter. Sementara, Rabu pagi hingga Kamis pagi memang ada sedikit peningkatan di perairan Kotabaru. Kecepatan angin 3-15 knot dan gelombang laut setinggi 0,2-0,75 meter.


Masih normal. Itu berarti BMKG belum perlu mengeluarkan peringatan dini bencana. "Kurang dari ketinggian 1,25 meter, gelombangnya masih terkategori rendah," tutur Purwo.


Sementara itu, berdasar pantauan Stasiun Klimatologi Kelas I Banjarbaru, Kalsel, memang memasuki musim hujan akhir Oktober lalu. Terkecuali Pulau Laut di Kabupaten Kotabaru yang telat memasuki musim hujan per akhir November.


"Dari prakiraan bulanan kami, puncak musim hujan memang Desember ini. Kemarau bisa tiba lebih cepat pada Maret mendatang," jelas Kasi Data dan Informasi Staklim Miftahul Munir. 

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore