Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 9 Agustus 2026 | 00.19 WIB

Gerindra Sebut Pertumbuhan Ekonomi 5,29 Persen Tanda Pemerintah di Jalur Tepat

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) di sela konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos) - Image

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) bersama Menteri Ketenagakerjaan Yassierli (kiri) dan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi (kanan) di sela konferensi pers Stimulus Pertumbuhan Ekonomi Semester 2 Tahun 2026 di Jakarta, Senin (22/6/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

JawaPos.com - Partai Gerindra mengapresiasi pertumbuhan ekonomi kuartal II yang mencapai 5,29 persen. Itu menunjukkan kebijakan ekonomi pemerintah tengah berada di jalur yang tepat.

Sebagaimana diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa ekonomi Indonesia pada Triwulan II-2026 tumbuh sebesar 5,29 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Juru Bicara Partai Gerindra, Kamrussamad, mengatakan bahwa pertumbuhan yang tinggi menunjukkan pemerintah mampu menjaga momentum ekonomi nasional meski menghadapi tekanan global, termasuk kenaikan harga minyak dunia.

“Pertama, kebijakan ekonomi Pemerintah sudah berjalan pada jalur yang tepat, yang dibuktikan dengan keberhasilannya menjaga pertumbuhan ekonomi tetap tumbuh tinggi di tengah ketidakpastian global dan meningkatnya eskalasi geopolitik yang mengerek harga minyak dunia,” ujar Kamrussamad dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu (8/8).

Kamrussamad mengatakan, sejumlah program prioritas pemerintah turut menjadi penggerak roda ekonomi nasional.

Program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Nelayan Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, dan Sekolah Unggulan.

Dari sisi fiskal, Kamrussamad menilai APBN 2026 telah berperan dalam mendorong program-program strategis pemerintah.

Hingga semester I 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN.

Pada periode yang sama, penerimaan negara mencapai Rp 1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari pagu APBN.

Dengan demikian, defisit anggaran tercatat Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Editor: Bayu Putra
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore