Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 7 Agustus 2026 | 18.08 WIB

Rudal Korea Utara Jatuh di Luar Zona Ekonomi Jepang, Tokyo Sebut Ancam Perdamaian

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat saat parade militer memperingati ulang tahun ke-80 Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. (KCNA via Reuters) - Image

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat saat parade militer memperingati ulang tahun ke-80 Partai Buruh Korea (WPK) yang berkuasa di Pyongyang, Korea Utara. (KCNA via Reuters)

JawaPos.com - Korea Utara kembali menembakkan sedikitnya satu rudal balistik pada Kamis (6/8), menjelang latihan militer gabungan Amerika Serikat dan Korea Selatan. Jepang memastikan rudal tersebut tidak jatuh di zona ekonomi eksklusif (ZEE) negaranya dan tidak menimbulkan kerusakan terhadap kapal maupun pesawat Jepang.

Seperti dilansir Kyodo, Jumat (7/8), Kementerian Pertahanan Jepang menyebut rudal diluncurkan sekitar pukul 17.02 waktu setempat. Proyektil itu diperkirakan jatuh di lepas pantai timur Semenanjung Korea.

Militer Korea Selatan secara terpisah mengatakan rudal yang terdeteksi merupakan rudal balistik jarak pendek yang diluncurkan dari wilayah Wonsan di pesisir timur Korea Utara.

Pemerintah Jepang langsung melayangkan protes keras kepada Pyongyang. Tokyo menilai uji coba rudal terbaru tersebut mengancam perdamaian dan keamanan Jepang, kawasan, serta masyarakat internasional, sekaligus melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Komando Pasifik Amerika Serikat kemudian menyatakan hasil penilaian awal menunjukkan peluncuran rudal itu tidak menimbulkan ancaman langsung terhadap personel maupun wilayah AS, termasuk negara-negara sekutunya.

Amerika Serikat juga menyatakan terus berkoordinasi erat dengan para sekutu dan mitranya. Washington menegaskan komitmennya untuk mempertahankan wilayahnya sekaligus melindungi negara-negara sekutu di kawasan.

Menurut kantor berita Yonhap, Korea Utara meluncurkan rudal tersebut menjelang latihan militer rutin Ulchi Freedom Shield yang akan digelar Amerika Serikat dan Korea Selatan pada bulan ini.

Selama ini, Korea Utara yang terus memperkuat kemampuan nuklirnya kerap mengecam latihan militer skala besar AS-Korea Selatan. Pyongyang menilai latihan tersebut merupakan persiapan untuk melakukan invasi.

Pada akhir Juni lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dilaporkan mengawasi uji coba sejumlah sistem persenjataan utama, termasuk sistem peluncur roket multilaras dan hulu ledak rudal balistik taktis. Sebelumnya, pada 26 Mei, Korea Utara juga menembakkan beberapa proyektil, termasuk rudal balistik jarak pendek, dari pantai baratnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore