Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo di Sekolah Partai Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (18/5). (Muhamad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Ketua DPP PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) DPP PDIP di Beach City International Stadium, Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (10/1). Ganjar menyampaikan, Rakernas yang diselenggarakan pada awal tahun 2026 ini merupakan rangkaian dari konsolidasi partai secara nasional, setelah menggelar Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab).
"Tentu masih banyak sekali agenda-agenda yang mesti kita lakukan, maka tiga pilar diundang hari ini semuanya agar masing-masing bisa menjalankan fungsinya. Tentu saja cukup banyak isu yang berkembang di masyarakat yang hari ini partai harus merespon sebagai sebuah tanggung jawab," kata Ganjar saat hadir mengenakan baju kebesaran PDIP berwarna merah.
Rakernas DPP PDIP akan berlangsung selama tiga hari pada 10-12 Januari 2026, akan membahas isu-isu nasional yang berkembang saat ini. Salah satunya, soal wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui DPRD.
Sebab, sebagian partai politik pendukung pemerintah belakangan ini menyuarakan agar Pilkada kembali dilakukan melalui DPRD, dengan alasan efisiensi dan tingginya biaya politik.
"Lalu tentu saja isu yang menarik di kawan-kawan media kemarin soal apakah Pilkada dipilih di daerah, di DPRD maksud saya, atau kemudian dipilih langsung oleh masyarakat," tegasnya.
Selain itu, Ganjar juga menyoroti keluhan masyarakat belakangan ini soal mundurnya nilai-nilai demokrasi. Hal itu terlihat dari sejumlah aktivisi hingga influencer yang melontarkan kritik, tetapi dibalas dengan teror maupun ancaman.
"Kalau hari ini banyak orang mengeluhkan, kita dengarkan suara masyarakat, mereka mengeluhkan 'kok saya tidak merasa bebas lagi berbicara', media tidak bisa lagi bebas berbicara. Rasanya itu perlu kita perjuangkan," ucapnya.
Lebih lanjut, mantan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) itu tidak menginginkan nilai-nilai demokrasi menjadi turun, hanya sekadar politik kekuasaan.
"Jangan sampai nilai demokrasi kita turun, mestinya kan kualitas demokrasi makin naik," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
