Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 November 2020 | 00.12 WIB

Megawati Sarankan Milenial Kunjungi TMP dan Merenung

Megawati - Image

Megawati

JawaPos.com - Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri mengajak agar anak muda untuk merenungkan keberadaan makam tanpa nama di Taman Makam Pahlawan (TMP) di wilayahnya masing-masing.

Awalnya, Megawati bercerita lagi soal polemik beberapa waktu lalu yang dipicu pernyataannya ke Presiden Joko Widodo. Saat itu, Megawati mengaku meminta kepada Jokowi agar kaum milenial jangan dimanjakan. Justru kaum milenial harus dipertanyakan baktinya kepada negeri.

"Karena menurut saya, kalau kita berpikiran jernih, (pernyataan saya, red) itu adalah hal yang sangat memacu, menanyakan pada para generasi muda bangsa saat ini. (Berefleksi sendiri, red) Apa sebenarnya yang saya telah lakukan, bukan buat diri sendiri, tetapi bagi negeri," kata Megawati ketika berbicara di hadapan civitas akademika dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Selasa (10/11).

Megawati lalu mengatakan, dirinya sudah berkeliling ke hampir seluruh wilayah di Indonesia. Hampir dipastikan ada TMP. Baginya, para anak muda juga itu perlu datang ke TMP. Di sana mereka akan melihat bahwa banyak makam pahlawan yang tak bernama alias anonim.


"Saya selalu mengingatkan ada mereka yang jadi pahlawan itu anonim, tidak diketahui siapa dia. Apa artinya? Artinya karena pada waktu itu dia menyerahkan jiwa raganya bagi negara kita Republik Indonesia ini (tanpa perduli namanya dikenal,red)," ujar Megawati.

Karena itu, jika memang milenial ingin perubahan yang lebih baik bagi bangsa, maka yang harus lebih dulu disipakan adalah terus menerus menghidupkan semangat kebangsaan. Sebab, anak muda Indonesia harus memiliki pengertian yang benar, hakekat yang benar, mengenai Pancasila dan peneguhan kebangsaan kita.

Sebenarnya, kata Megawati, anak-anak muda saat ini tidak susah untuk menggali informasi tersebut. Sebab, teknologi yang ada saat ini sudah sangat mudah. Karena,
bagaimana mereka anak muda ini tentu sebenarnya telah diberi kemudahan dengan teknologi sekarang.

"Kita bisa melihat dengan YouTube, Google. Apa saja sekiranya yang kita inginkan. Tapi dapatkah mereka merasakan di dalam hatinya. sebenarnya apa api perjuangan itu?  Bagaimana menggelorakan semangat itu? Bukan hanya dengan pikiran dan bacaan, tetapi tidak masuk ke dalam dada kita," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore