
Ilustrasi kantor Asuransi Jiwasraya.
JawaPos.com - Fraksi Partai Demokrat dan PKS masih terus berupaya mengusulkan pansus hak angket Jiwasraya. Namun, Partai Demokrat pasrah jika usulan tersebut tidak disetujui DPR dalam rapat paripurna yang merupakan forum tertinggi dalam pengambilan keputusan di parlemen.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarief Hasan mengatakan, sampai sekarang hanya dua fraksi yang mengusulkan pansus Jiwasraya. ”Kalau proses ini dilanjutkan ke paripurna, tentu kami tahu, pasti ini akan berbeda. Tetapi, inilah demokrasi,” terang dia.
Dia sangat menyadari bahwa secara politis, pengusulan hak angket mengalami banyak rintangan. Jika nanti pengambilan keputusan di rapat paripurna dilakukan dengan mekanisme voting, sangat mungkin pansus Jiwasraya tidak terwujud. Menurut dia, peng ambilan keputusan melalui voting juga merupakan demokrasi.
Syarief sangat menghargai proses demokrasi Indonesia yang telah berkembang dengan baik selama ini. Partai Demokrat dan PKS sangat menghormati proses yang ada di DPR. ”Jadi, mari kita sama-sama ting katkan proses demokrasi. Semua proses harus dihormati,” tutur dia.
Suami artis Inggrid Kansil itu mengatakan, jangan sampai usulan pansus Jiwasraya yang diajukan oleh Demokrat dan PKS mencederai demokrasi. Pihaknya menghormati Panja Jiwasraya yang sekarang berjalan. ”Mari kita pelihara demokrasi ini demi kepentingan bangsa dan negara ke depan,” terang wakil ketua MPR itu.
Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP Masinton Pasaribu mengatakan, mayoritas fraksi di DPR mendukung panja yang ada di tiga komisi, yaitu komisi III, VI, dan XI. Semua panja sedang bekerja sesuai kewenangan masing-masing. ”Kami di komisi III fokus pada sisi penegakan hukumnya,” papar dia kemarin.
Lebih baik, papar dia, semua pihak mendukung panja yang sudah melakukan tugasnya dengan memanggil berbagai pihak terkait. Komisi III sudah beberapa kali meminta penjelasan Kejaksaan Agung yang menangani kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya.
Terkait dengan usulan pansus Jiwasraya yang diusung Demokrat dan PKS, menurut Masinton, sebelum dibawa ke rapat paripurna, usulan tersebut akan terlebih dahulu dibahas dalam rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR. Jika nanti usulan itu dibawa ke rapat paripurna, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada para anggota dewan.
Taufik Basari, anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Nasdem, mengatakan bahwa pihaknya tidak ingin meributkan antara pansus dan panja. Menurut dia, yang sekarang bekerja adalah panja. Karena itu, dia berharap semua pihak mendukung kerja-kerja panja. ”Kami fokus dengan kerja panja,” ucap dia. Dia mengatakan, yang terpenting sekarang bagaimana menyelesaikan kasus yang merugikan banyak pihak tersebut. Harus dicarikan cara agar para nasabah bisa mendapatkan uang mereka.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Belgia vs Prancis di Liga Nations UEFA: Les Bleus Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Tanpa Mbappe, Zidane Hadapi Ujian Berat
Prediksi Skor Moldova vs Kepulauan Faroe: Landsliðið Unggul Tipis dari Tuan Rumah
Gelar Pertemuan, BEM UI, SEMA UGM, dan KM ITB Sepakat Gelar Aksi Besar dalam Waktu Dekat
Prediksi Skor Georgia vs Ukraina di UEFA Nations League: Misi Berat Kvaratskhelia Cs di Kandang
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di Liga Nations UEFA: Hrabri Sokoli Bakal Sulitkan Tuan Rumah
Prediksi Skor Slovenia vs Makedonia Utara di Liga Nations UEFA: Fantje Kalahkan Tim Tamu
Prediksi Skor Turki vs Italia di Liga Nations UEFA: Kans Ay-Yıldızlılar Hentikan Perlawanan Azzurri
Prediksi Skor Skotlandia vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Kalahkan Tuan Rumah dengan Skor Telak
Prediksi Skor Armenia vs Montenegro di UEFA Nations League: Siapa Paling Kuat?

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022