
Capres 01 Joko Widodo saat bersam Tuan Guru Bajang yang kini resmi jadi musuh partai Golkar.
JawaPos.com - Merujuk pada survei Litbang Kompas terbaru, jarak Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk mengejar Jokowi-Ma'ruf Amin hanya terpaut 11,8 persen. Hitung-hitungan soal potensi kemungkinan petahana kalah pun semakin terbuka lebar.
Wakil Sekretaris Tim Pemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Raja Juli Antoni mengatakan, pihaknya selalu positif dan objektif melihat hasil survei termasuk dari Litbang Kompas. Tidak seperti Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi yang selalu menyalahkan survei bahkan menuduh lembaga-lembaga survei sebagai lembaga bayaraan.
"Sehingga kami tidak akan menuduh survei Litbang Kompas sebagai survei bayaran," ujar Antoni kepada JawaPos.com, Rabu (20/3).
Hasil survei Litbang Kompas memang yang menunjukkan selisih antara 01 dan 02 yang paling tipis. Namun demikian, selisih sekitar 11,8 persen sangat sulit dikejar Prabowo-Sandi.
"Kami sangat optimistis menang, tinggal menentukan seberapa tebal kemenangan kami," katanya.
Sehingga Antoni mengucapkan terima kasih kepada Litbang Kompas yang mengeluarkan hasil survei hari ini. Hasilnya akan memotivasi partai pendukung akan lebih giat menceritakan keberhasilan pemerintahan Jokowi.
"Ini untuk bekerja lebih tekun meyakinkan rakyat bahwa Pak Jokowi-Kyai Ma'ruf adalah pemimpin terbaik bagi rakyat," ungkapnya.
Terpisah, Juru Kampanye Nasional BPN Prabowo-Sandi, Nizar Zahro menyatakan bahwa elektabilitas Jokowi masih belum aman. Pernyataan itu dirujuknya pada hasil survei Litbang Kompas. Pasalnya survei itu menyebut Jokowi-Ma'ruf mendapat 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Sandiaga Uno sebesar 37,4 persen.
"Namun bila di bawah 50 persen itu artinya rakyat menghendaki perubahan," ungkap Nizar.
Nizar beralasan, merujuk pada satu bulan menjelang Pilpres 2009, survei menyebut elektabilitas Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebesar 72 persen. Namun kenyataannya hanya terealisasi 62 persen.
"Kalau Jokowi hari ini 49,2 persen bisa dipastian hasilnya pada 17 April adalah 39,2 persen," katanya.
Oleh sebab itu, BPN yakin Prabowo-Sandi di 17 April mendatang bakal bisa mengalahkan Jokowi-Ma'ruf di Pilpres 2019. Sebab tanda-tanda kemenangan sudah ada, misalnya saat kampanye Prabowo-Sandi selalu dihadiri lautan manusia.
"Jadi kami yakin angka 13,4 persen (responden yang belum memilih) sejatinya lebih memilih Prabowo-Sandi. Tinggal tunggu 17 April, fakta yang akan berbicara," pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan survei terbaru Litbang Kompas elektabilitas Jokowi dan Prabowo selisih 11,8 persen. Jokowi-Ma'ruf mendapat 49,2 persen, sedangkan Prabowo-Ma'ruf 37,4 persen. Sedangkan sebanyak 13,4 persen masih merahasiakan pilihannya.
Survei dilakukan Kompas dengan metode pengumpulan pendapat menggunakan wawancara tatap muka sejak 22 Februari - 5 Maret, diikuti 2.000 responden yang dipilih acak. Untuk metode pencuplikan sistematis bertingkat di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Tingkat kepercayaannya 95 persen dengan margin of error plus/minus 2,2 persen.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
