
Ketua DPR RI Setya Novanto.
JawaPos.Com - Lawatan Presiden Italia Sergio Mattarella ke Indonesia juga beragendakan kunjungan ke DPR. Di DPR, presiden berlatar belakang hakim itu bermaksud mempererat hubungan Italia dan Indonesia melalui jalur parlemen.
Tiba di kompleks parlemen Senin (9/11) sekitar pukul 17.50, Mattarella disambut langsung oleh Ketua DPR Setya Novanto. Terlihat mendampingi Setya antara lain Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Fahri Hamzah, Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen Nurhayati Ali Assegaf, Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya, serta anggota Komisi XI DPR Misbakhun.
Sedangkan, Sergio didampingi Menteri Pembangunan Ekonomi Italia Federica Guidi, Duta Besar Italia untuk Indonesia Federico Failla, serta sejumlah pejabat lainnya.
Setya mengatakan, kunjungan Mattarella itu bertujuan untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari 60 tahun, khususnya di bidang perdagangan. Menurut Setya, nilai perdagangan Indonesia dengan Italia terus mengalami peningkatan.
Pada 2013, transaksi perdagangan antara kedua negara mencapai USD 3,82 milliar. "Pada tahun 2014, meningkat menjadi sekitar USD 4 milliar," ujar Setya seusai pertemuan.
Sementara dalam pertemuan singkat yang hanya berdurasi sekitar 30 menit itu. Setya dan Mattarella juga membahas banyaknya potensi kerja sama yang bisa dikembangkan oleh kedua negara ini. "Potensi kerja sama itu tidak saja berkaitan dengan aspek ekonomi, perdagangan, dan investasi, tetapi juga aspek sosial-budaya dan pariwisata," paparnya.
Pihaknya juga menyampaikan mengenai pembangunan infrastruktur Indonesia. Khususnya, pembangunan infrastruktur untuk mendukung penguatan konektivitas maritim yang saat ini menjadi prioritas Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Dan Presiden Italia Sergio pun menyambut baik mengenai kerja sama hubungan infrastruktur ini," ucapnya.
Politikus Partai Golkar itu mengharapkan hubungan bilateral Indonesia-Italia bisa lebih erat lagi. Apalagi setelah terbentuknya Asosiasi Persahabatan dan Kerja Sama Indonesia-Italia pada tahun 2006. Serta, Forum Konsultasi Bilateral pada tahun 2009.
Setya juga mengharapkan agar Italia mendukung usulan bebas visa bagi warga negara Indonesia (WNI) untuk ke Eropa via negara Schengen. "Terlebih, DPR juga bakal mendukung kerja sama pemerintah kedua negara. Begitu pula, hubungan antar-parlemen untuk memajukan hubungan kerja sama luar biasa," tandasnya.
Selain itu, Setya juga mengatakan bahwa Indonesia ingin belajar dari pengalaman Italia tentang manajemen keuangan, khususnya asset recovery dari dana yang diparkir di luar negeri.(rka/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
