
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Tangkapan layar Youtube)
JawaPos.com - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa gagasan “gentengisasi” yang disampaikan Presiden RI Prabowo Subianto bukanlah kebijakan yang berdiri sendiri. Program tersebut merupakan bagian dari visi besar pemerintah dalam mendorong sektor pariwisata melalui penataan lingkungan dan tata kota.
Menurut Prasetyo, Presiden memandang pariwisata sebagai sektor strategis yang harus terus diperkuat, dengan kebersihan dan keindahan lingkungan sebagai fondasi utama.
“Kalau kita lihat secara utuh, Bapak Presiden berpendapat bahwa salah satu sektor yang harus kita dorong adalah pariwisata,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/2).
Dalam konteks itu, Presiden memberikan perhatian khusus pada berbagai persoalan kebersihan dan estetika lingkungan yang masih menjadi tantangan di banyak daerah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan atap rumah berbahan seng.
“Di situ ada beberapa hal yang menjadi atensi beliau, baik dari sisi keindahan maupun kebersihan, di antaranya penggunaan atap berbahan seng. Termasuk juga persoalan sampah,” ucapnya.
Prasetyo menuturkan, arah kebijakan tersebut telah disampaikan Presiden dalam berbagai forum resmi, termasuk saat pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah. Ia menegaskan, inti dari gagasan tersebut merupakan ajakan Presiden kepada seluruh elemen bangsa untuk bersama-sama memperbaiki kualitas lingkungan.
“Beliau sebagai Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menggugah kita semua agar menjadikan lingkungan kita lebih bersih, lebih rapi, dan lebih indah,” tuturnya.
Upaya penataan lingkungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya tarik wisata, khususnya bagi wisatawan mancanegara. Prasetyo kembali menegaskan, gentengisasi hanyalah salah satu bagian kecil dari agenda besar penataan lingkungan secara menyeluruh.
“Jadi bukan sekadar masalah gentengisasi. Termasuk juga penataan papan reklame, baliho, serta kabel-kabel yang, disadari atau tidak, menjadi persoalan di banyak wilayah saat ini,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pembenahan tata kota agar kawasan perkotaan kembali tertata, indah, dan nyaman. Terkait skema pelaksanaan, termasuk pendanaan dan teknis penggantian atap, Prasetyo menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pembahasan lintas kementerian.
“Teknisnya masih didiskusikan dengan beberapa kementerian terkait. Ini sebenarnya bukan baru dibahas kemarin di Rakornas, karena dalam pertemuan-pertemuan informal hal ini sudah didiskusikan sejak beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Prasetyo menambahkan, sejumlah kementerian telah diberikan tugas untuk menyiapkan solusi teknis guna mendukung implementasi program tersebut, termasuk pengembangan teknologi produksi genteng dalam skala besar.
“Beberapa kementerian sudah diberi tugas, misalnya mencari terobosan atau teknologi untuk mencetak genteng jika nantinya dibutuhkan produksi dalam jumlah besar. Teknisnya mohon waktu untuk kami detailkan,” pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
