
Ilustrasi atap rumah yang menggunakan asbes. (Freepik)
JawaPos.com - Gentengisasi menjadi program Presiden Prabowo Subianto untuk keindahan permukiman penduduk. Walau menjadi perhatian serius, Prabowo hanya mengajak kepala daerah yang sejalan dengan dia untuk keindahan tata kota atau permukiman.
Mantan Menteri Pertahanan (Menhan) itu tidak ingin bangunan-bangunan di Indonesia menggunakan seng. Alasannya, seng lama kelamaan akan berkarat dan membuat pandangan menjadi kurang elok. Apalagi sampai saat ini masih banyak bangunan di desa dan kecamatan yang menggunakan atap berbahan seng.
"Kondisi ini tidak bisa dibiarkan," ujar Prabowo dalam taklimat di hadapan seluruh kepala daerah di Indonesia pada Senin (2/2).
Selain dapat berkarat, seng juga termasuk salah satu material bangunan yang dapat menyebabkan panas. Sehingga penghuni atau siapa pun yang menempati bangunan beratap seng akan kepanasan.
Tentu ungkapan dari Presiden Prabowo membuat publik bertanya-tanya. Terlebih, memilih atap rumah bukan cuma soal tampilan, tapi juga soal kenyamanan dan keamanan. Lebih penting lagi yakni biaya jangka panjang.
Salah pilih material atap bisa membuat rumah terasa panas, berisik saat hujan, bahkan berisiko bagi kesehatan penghuninya. Padahal, setiap jenis atap, mulai dari genteng, seng, asbes, hingga polycarbonat mempunyai karakteristik yang sangat berbeda.
Ada yang unggul di ketahanan, ada yang ekonomis di awal tapi mahal di perawatan, dan ada pula yang terlihat modern namun belum tentu aman.
Genteng masih menjadi pilihan paling populer untuk rumah tinggal di Indonesia. Materialnya beragam, mulai dari genteng tanah liat, beton, hingga keramik. Kelebihan utama genteng terletak pada daya tahannya yang tinggi terhadap cuaca ekstrem, baik panas maupun hujan. Rumah dengan atap genteng juga cenderung lebih sejuk karena materialnya tidak menghantarkan panas secara berlebihan.
Dari sisi keamanan, genteng tergolong aman karena tidak mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan. Namun, bobotnya cukup berat sehingga membutuhkan rangka atap yang kuat. Dari segi biaya, harga genteng memang tidak selalu paling murah di awal, tetapi relatif ekonomis dalam jangka panjang karena awet dan jarang perlu diganti.
Atap seng sering dipilih karena harganya yang murah dan pemasangannya yang cepat. Material ini banyak digunakan untuk bangunan semi permanen, gudang, atau rumah di daerah tertentu. Bobotnya ringan sehingga tidak membutuhkan rangka atap yang rumit.
Namun, seng punya kekurangan yang cukup terasa. Saat hujan, suara air bisa sangat bising. Selain itu, seng mudah menghantarkan panas, membuat ruangan di bawahnya terasa gerah. Dari sisi keamanan, seng tidak berbahaya secara kimia, tapi sudut-sudutnya yang tajam bisa berisiko jika pemasangan kurang rapi.
Baca Juga: Cerita Korban Hujan Deras dan Angin Kencang di Surabaya Selasa Sore, Genteng Rumah Jatuh Berhamburan
Asbes dulu sangat populer karena harganya murah, ringan, dan cukup tahan terhadap cuaca. Namun, kini penggunaan asbes mulai ditinggalkan karena dampak kesehatannya yang berbahaya. Serat asbes yang terhirup dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan paru-paru hingga kanker.
Meski secara biaya asbes terlihat ekonomis, risiko kesehatannya membuat material ini tidak lagi direkomendasikan, terutama untuk rumah tinggal. Selain itu, asbes mudah rapuh seiring waktu dan berpotensi melepaskan serat berbahaya ke udara.
Atap polycarbonat sering digunakan untuk carport, kanopi, atau area yang membutuhkan pencahayaan alami. Material ini tembus cahaya, ringan, dan tampil modern. Keunggulannya adalah daya tahan terhadap benturan serta fleksibilitas desain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022