Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Juli 2025 | 17.00 WIB

PSI Perkenalkan Logo Baru Bergambar Gajah, Pakar Branding Sebut Terjebak dalam Visual Overlap dan Sulit Dibedakan Partai Lain

Logo PSI. (Dok. PSI)

JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengubah logo partai. Elite partai itu memperkenalkan logo baru dengan warna merah dan hitam dengan simbol gajah. Langkah pergantian logo dan lambang itu mendapat sorotan dari pakar ekonomi. 

Bagus Zidni Ilman Nafi di Instagram dalam akunnya @baguszin yang berkolaborasi dengan akun pakar ekonomi Yuswohadi memberi catatan atas perubahan logo tersebut. Mengutip pemikiran pakar branding David Aaker, menurut Bagus rebranding bukan sekadar ganti logo atau nama, melainkan rekonstruksi makna. Sehingga, perubahan identitas visual harus disertai dengan pembaruan narasi yang konsisten, relevan, dan mampu memperkuat diferensiasi emosional maupun fungsional.

"Dalam kacamata Aaker, brand positioning harus konsisten, relevan, dan mampu membedakan diri secara emosional maupun fungsional," tulis Bagus Zidni Ilman Nafi dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Minggu (20/7).

Adapun pengenalan logo baru PSI diperkenalkan dalam kongres yang digelar di Gedung Graha Sabana Buana, Solo, pada Sabtu (19/7).  

Menurut Bagus Zidni, PSI dinilai terjebak dalam jebakan visual overlap yang membuatnya sulit dibedakan dari PDI Perjuangan, partai besar dengan warna dan simbolisme yang mirip. Alih-alih mempertegas identitas baru yang segar dan membedakan diri dari partai lain, 

Selain itu, PSI turut mengubah citranya menjadi Partai Super Tbk. Mereka sepertinya sedang mengguncang persepsi lama yang telah dibangun selama bertahun-tahun, yakni sebagai partai anak muda, bersih, dan urban.

PSI juga dinilai dapat kehilangan konteks melalui rebranding Partai Super Tbk. Sebab, Tbk identik dengan istilah korporasi yang go public, bukan partai politik. Hal ini tak dipungkiri dapat membingungkan makna identitas baru tersebut. "Tanpa narasi pengikat, simbol seperti gajah berubah jadi bahan olok-olok, bukan identitas," lanjutnya.

Maka dari itu, jika simbol kehilangan konteks, PSI tak lagi memperkuat posisi, melainkan memperlemah persepsi yang telah lama dibangun. Sebab, branding PSI terletak pada kesederhanaan dan kejelasan posisinya sebagai partai anak muda yang bersih dan progresif. "Karena dalam dunia brand, perhatian bisa dibeli, tapi posisi harus diperjuangkan secara konsisten," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore