Logo PSI. (Dok. PSI)
JawaPos.com - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) mengubah logo partai. Elite partai itu memperkenalkan logo baru dengan warna merah dan hitam dengan simbol gajah. Langkah pergantian logo dan lambang itu mendapat sorotan dari pakar ekonomi.
Bagus Zidni Ilman Nafi di Instagram dalam akunnya @baguszin yang berkolaborasi dengan akun pakar ekonomi Yuswohadi memberi catatan atas perubahan logo tersebut. Mengutip pemikiran pakar branding David Aaker, menurut Bagus rebranding bukan sekadar ganti logo atau nama, melainkan rekonstruksi makna. Sehingga, perubahan identitas visual harus disertai dengan pembaruan narasi yang konsisten, relevan, dan mampu memperkuat diferensiasi emosional maupun fungsional.
"Dalam kacamata Aaker, brand positioning harus konsisten, relevan, dan mampu membedakan diri secara emosional maupun fungsional," tulis Bagus Zidni Ilman Nafi dalam unggahan pada akun media sosial Instagram, Minggu (20/7).
Adapun pengenalan logo baru PSI diperkenalkan dalam kongres yang digelar di Gedung Graha Sabana Buana, Solo, pada Sabtu (19/7).
Menurut Bagus Zidni, PSI dinilai terjebak dalam jebakan visual overlap yang membuatnya sulit dibedakan dari PDI Perjuangan, partai besar dengan warna dan simbolisme yang mirip. Alih-alih mempertegas identitas baru yang segar dan membedakan diri dari partai lain,
Selain itu, PSI turut mengubah citranya menjadi Partai Super Tbk. Mereka sepertinya sedang mengguncang persepsi lama yang telah dibangun selama bertahun-tahun, yakni sebagai partai anak muda, bersih, dan urban.
PSI juga dinilai dapat kehilangan konteks melalui rebranding Partai Super Tbk. Sebab, Tbk identik dengan istilah korporasi yang go public, bukan partai politik. Hal ini tak dipungkiri dapat membingungkan makna identitas baru tersebut. "Tanpa narasi pengikat, simbol seperti gajah berubah jadi bahan olok-olok, bukan identitas," lanjutnya.
Maka dari itu, jika simbol kehilangan konteks, PSI tak lagi memperkuat posisi, melainkan memperlemah persepsi yang telah lama dibangun. Sebab, branding PSI terletak pada kesederhanaan dan kejelasan posisinya sebagai partai anak muda yang bersih dan progresif. "Karena dalam dunia brand, perhatian bisa dibeli, tapi posisi harus diperjuangkan secara konsisten," pungkasnya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
