
Ognjen Vukojevic (kiri) harus meninggalkan Timnas Kroasia justru saat akan menghadapi Inggris di semifinal.
JawaPos.com - Sial betul nasib Ognjen Vukojevic. Hanya karena sebuah unggahan di media sosial, dia langsung dipecat dari jabatannya sebagai staf pelatih Timnas Kroasia. Padahal, Kroasia akan menjalani laga hidup mati melawan Inggris pada Rabu (11/7) malam waktu Rusia.
Cerita dimulai ketika Kroasia sukses menyingkirkan tuan rumah Rusia di babak perempat final. Vukojevic pun kemudian mengunggah sebuah video di akun Instagram pribadinya. Dalam unggahan tersebut, Vukojevic berucap,"Jayalah Ukraina."
Bagi Vukojevic unggahan itu mungkin dianggap biasa saja. Tapi tidak bagi FIFA dan Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS). Mereka menilai unggahan tersebut punya muatan politis. Karena dilakukan setelah mengalahkan Rusia yang notabene menjadi negara yang sebelumnya bergabung dengan Ukraina di era Uni Soviet.
Pihak HNS pun langsung melakukan tindakan tegas. Vukojevic dipecat dari jabatannya. Akreditasinya pun dibatalkan.
"Asosiasi Sepak Bola Kroasia (HNS) mengabarkan bahwa Ognjen Vukojevic telah dibebastugaskan sebagai asisten pelatih di Timnas Kroasia atas putusan jajaran manajamen HNS. Dia tak lagi menjadi anggota dari delegasi Kroasia di Piala Dunia di Rusia," demikian pernyataan pihak HNS di laman resmi mereka.
Tak hanya dipecat, FIFA pun mendenda Vukojevic sebesar 15 ribu francs (lebih dari Rp 216 juta) atas tindakannya tersebut. Eks pemain Dynamo Kiyv ini dianggap telah melanggar aturan sesuai Art. 57 Disciplinary Code Fife and Art. 4/2 and Art. 5 / 4a.
Vukojevic sendiri mengaku tak ada tendensi bernada politis dalam unggahannya di media sosial. Dia hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada publik Ukraina yang telah memberikan dukungan kepada dirinya.
"Dalam pernyataan saya tersebut tidak ada kalimat bernada politis. Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih kepada teman-teman di Ukraina dan klub Dynamo Kiyv yang telah mengizinkan saya untuk berpartisipasi di Piala Dunia," ucap Vukojevic di laman resmi HNS.
"Tapi saya mengerti bahwa pernyataan terebut bisa diinterpretasikan berbeda. Saya minta maaf kepada masyarakat Rusia jika mereka merasakan hal berbeda dari pernyataan saya," pungkas dia.

Prediksi Skor Selandia Baru vs Mesir di Piala Dunia 2026: Mohamed Salah Jadi Tumpuan Libas All Whites
Prediksi Skor Uruguay vs Tanjung Verde di Piala Dunia 2026: Kecerdikan Marcelo Bielsa Hadapi Blue Sharks
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Laga Hidup-Mati, Siapa Bertahan dari Jurang Eliminasi?
Prediksi Skor Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026: Kevin de Bruyne Jadi Pembeda Ladeni Perlawanan Team Melli
Prediksi Skor Yordania vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Duel Hidup dan Mati Siapa Lolos dari Grup J
Prediksi Skor Spanyol vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: La Roja Wajib Menang Demi Lolos ke 32 Besar
Prediksi Skor Argentina vs Austria di Piala Dunia 2026: Menantikan Sihir Lionel Messi Hadapi Das Team
Prediksi Skor Prancis vs Irak di Piala Dunia 2026: Kylian Mbappe Siap Mengamuk Kalahkan Singa Mesopotamia
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Jepang vs Tunisia: Hiroki Ito Sudah Kantongi Kekuatan Lawan!
