
Lionel Messi untuk sementara berada di posisi terdepan peraih Golden Boot dengan koleksi empat assist, unggul satu dibandingkan Kylian Mbappe yang mencatat tiga assist. (Dok. Instagram/@leomessi)
JawaPos.com - Lionel Messi dan Kylian Mbappe memang tidak saling berhadapan pada final Piala Dunia 2026. Namun, persaingan dua bintang tersebut belum berakhir. Keduanya masih memburu penghargaan individu, terutama Golden Boot alias pencetak gol terbanyak.
Saat ini, Messi dan Mbappe sama-sama mengoleksi delapan gol. Mbappe memiliki kesempatan menambah pundi-pundi gol lebih dulu saat Prancis menghadapi Inggris dalam perebutan tempat ketiga, Minggu (18/7) pagi. Sehari kemudian, Messi akan tampil bersama Argentina menghadapi Spanyol dalam laga final, Senin (20/7) dini hari.
Meski sama-sama mengoleksi delapan gol, Messi untuk sementara berada di posisi terdepan. Sebab, kapten Argentina itu telah mengoleksi empat assist, unggul satu dibandingkan Mbappe yang mencatat tiga assist.
Sesuai regulasi FIFA, jika dua pemain memiliki jumlah gol yang sama, maka peringkat Golden Boot akan ditentukan dari jumlah assist. Jika masih imbang, maka penghargaan diberikan kepada pemain dengan menit bermain lebih sedikit.
Nah, dalam aspek menit bermain inilah Mbappe sementara lebih unggul. Sampai babak semifinal, penyerang 27 tahun itu telah bermain selama 666 menit, berbanding Messi dengan total 712 menit. “Saya tidak memikirkan peringkat pencetak gol. Saya justru yakin Messi masih bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Mbappe dikutip dari Sky Sports awal Juli lalu.
Selain Messi dan Mbappe, Harry Kane serta Jude Bellingham juga masih berada dalam persaingan. Namun, dengan koleksi enam gol, keduanya membutuhkan sedikitnya dua gol saat Inggris menghadapi Prancis untuk kembali masuk dalam perebutan gelar tersebut.
Messi juga berada di posisi terdepan untuk meraih Golden Ball alias pemain terbaik Piala Dunia. Jika terpilih, dia akan menjadi pemain pertama dalam sejarah yang memenangkan penghargaan tersebut sebanyak tiga kali. Sebelumnya, pemain berjuluk La Pulga itu meraih Golden Ball pada Piala Dunia 2014 di Brasil dan 2022 di Qatar.
Namun, Golden Ball sebenarnya tidak selalu diberikan kepada pemain dari tim juara. Messi pernah meraih penghargaan tersebut pada 2014 meski Argentina kalah dari Jerman di final. Hal serupa dialami Luka Modric pada 2018 ketika membawa Kroasia finis sebagai runner up.
Meski berpeluang menyapu dua penghargaan individu sekaligus, Messi tetap menegaskan bahwa fokus utamanya adalah membawa Argentina mempertahankan gelar juara dunia.
“Grup ini tidak pernah mengejutkan saya. Saya tahu apa yang mampu kami lakukan. Ketika kami bersatu, kami selalu mendapatkan kekuatan tambahan,” ujar Messi seusai laga semifinal lawan Inggris.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Espanyol vs Sevilla di Liga Spanyol: Kans Los Nervionenses Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Marseille vs Paris FC di Liga Prancis: Kans Les Phocéens Pesta Gol di Stade Velodrome
Prediksi Skor Alaves vs Osasuna di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang di Mendizorrotza
Kecelakaan Maut! BYD M6 Diduga Error hingga Tak Bisa Direm dan Tabrak Trotoar di Jakbar
Prediksi Skor Parma vs Monza di Liga Italia: Duel Sengit Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Malaga vs Levante: Laga Sengit yang Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Cagliari vs Lecce di Liga Italia: Duel Ketat di Sardinia Bisa Berakhir Imbang
Prediksi Skor Java United FC vs Garudayaksa: Laskar Kepodang Emas Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Heerenveen vs AZ Alkmaar di Liga Belanda: Kans De Kaasboeren Pesta Gol!
Dr. Iwan Aflanie, Pakar Forensik Indonesia untuk ULM yang Lebih Maju
