
Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H. mencalonkan diri sebagai Rektor ULM periode 2026–2030. (Istimewa)
JawaPos.com - Ada perjalanan panjang yang membawa seorang dokter dari ruang pemeriksaan jenazah menuju ruang pengambilan keputusan akademik di sebuah perguruan tinggi. Perjalanan itu dilalui Dr. Iwan Aflanie, dr., M.Kes., Sp.F., S.H., sosok yang kini dipercaya sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
Dokter Iwan, demikian ia akrab disapa, bukan hanya seorang dokter dan akademisi. Ia adalah ahli kedokteran forensik, sarjana hukum, mantan dekan, organisator profesi, sekaligus pengelola perguruan tinggi. Kini, alumnus Fakultas Kedokteran ULM tersebut mengambil langkah baru. Ia mencalonkan diri sebagai Rektor ULM periode 2026–2030.
Langkah itu bukan sekadar ambisi menduduki sebuah jabatan. Ia menyebut pencalonannya sebagai panggilan untuk kembali membangun almamater yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya.
“Kami telah menyampaikan berkas pendaftaran calon Rektor ULM 2026–2030. Tentunya bahagia dan senang karena sudah bisa diterima. Yang mendasari maju ini adalah terpanggil membangun Universitas Lambung Mangkurat. Saya juga sebagai salah satu alumni,” ujar Iwan.
Lahir di Banjarmasin, 14 September 1973, Iwan memulai perjalanan akademiknya di dunia kedokteran. Ia menempuh pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran ULM. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister dan spesialis kedokteran forensik dan medikolegal di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Namun, dunia akademiknya tidak berhenti pada ilmu kedokteran. Iwan juga menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum. Pendidikan tersebut kemudian dilengkapi dengan gelar doktor di bidang kedokteran dari Universitas Airlangga, Surabaya. Lintasan pendidikan yang melintasi kedokteran, forensik, hukum, dan manajemen akademik tersebut membentuk cara pandangnya dalam melihat persoalan.
Forensik mengajarkannya ketelitian dan objektivitas. Hukum memperkenalkannya pada prinsip keadilan dan kepastian. Sementara dunia akademik menuntutnya untuk berpikir kritis, berbasis ilmu pengetahuan, serta mampu membaca perubahan zaman. Perpaduan itulah yang menjadi salah satu modal penting Iwan ketika memasuki dunia kepemimpinan perguruan tinggi.
Karier Iwan di ULM berkembang secara bertahap. Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan Medikolegal Fakultas Kedokteran ULM, Koordinator Kepaniteraan Klinik, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, hingga Wakil Dekan Bidang Akademik.
Pada 2020, ia dipercaya menjadi Dekan Fakultas Kedokteran ULM. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman langsung tentang bagaimana mengelola fakultas, membangun budaya akademik, meningkatkan mutu pendidikan, serta menghadapi persoalan yang dihadapi dosen dan mahasiswa.
Pengalaman kepemimpinan itu kemudian berlanjut ke tingkat universitas. Pada Desember 2022, Iwan dilantik sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik ULM. Posisi tersebut menempatkannya di salah satu pusat strategis pengelolaan perguruan tinggi: memastikan proses akademik berjalan baik, meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat akreditasi program studi, mengembangkan pembelajaran, dan menjaga integritas akademik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

4 Keunggulan Introvert yang Kini Justru Diinginkan oleh Banyak Orang Pada Era Modern
4 Faktor yang Membentuk Kepribadian Introvert Menurut Penjelasan Psikologi
Panser Biru Tanggapi Sanksi PSIS dan Larangan 6 Kali Away Usai Kericuhan di Ciamis
Ganggu Lingkungan Pemkot Surabaya Segel Usaha Potong Ayam di Tengah Kampung Bratang Gede
5 Kiat Introvert Menjadi Pemimpin Tangguh Tanpa Harus Mengubah Sifat Alami
Kenaikan Target Bansos 2026: Kemensos Wajibkan Registrasi Ulang Wajah
Prediksi Skor Flamengo vs Estudiantes: Misi Tuan Rumah Amankan Tiket Final Copa Libertadores 2026
Prediksi Skor PSBS Biak vs Barito Putera: Laskar Antasari Berpeluang Menang Telak
Prediksi Skor Alaves vs Malaga: Tuan Rumah Berpeluang Menang Satu Gol
Profil Kalam Salan, Anggota Parlemen Malaysia yang Kritik Prabowo Pakai Bahasa Jawa

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022