
Mendiang Diego Maradona (kanan) menyuarakan kritiknya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino. (givemesport)
JawaPos.com - Sebagian besar cerita Piala Dunia 2026 sejauh ini berpusat pada Gianni Infantino. Presiden FIFA ini telah menghabiskan seluruh persiapan dengan bersikap menjilat kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meskipun Kanada dan Meksiko juga menjadi tuan rumah bersama turnamen tersebut.
Meskipun demikian, ia tidak mampu atau tidak mau membujuk Trump untuk melonggarkan pembatasan perbatasan yang ketat dan membuka pintu bagi semua orang – pemain, penggemar, staf, dan pejabat – yang terkait dengan negara-negara Piala Dunia untuk memasuki Negeri Paman Sam. Salah satu contohnya adalah wasit Somalia Omar Artan yang ditolak masuk saat tiba di Miami, meskipun memiliki visa untuk masuk ke negara tersebut.
Menanggapi kritik tersebut, Infantino yang selalu tidak populer enggan membantu posisinya ketika ia mengatakan kepada jurnalis untuk 'tenang saja'. Pria kelahiran Swiss berusia 56 tahun ini telah menjadi presiden FIFA sejak 2016 dan telah lama memiliki banyak pengkritik, salah satunya adalah legenda sepak bola Diego Maradona.
Maradona paling dikenang karena penampilannya yang ikonik di Piala Dunia 1986, saat ia memimpin Argentina meraih kejayaan di Meksiko. Dua gelar liga Italia bersama Napoli, serta masa-masa meraih trofi bersama Barcelona dan Boca Juniors, membantu mengukuhkan posisinya sebagai salah satu pemain terhebat dalam sejarah sepak bola.
Dengan status yang begitu tinggi dalam olahraga ini, Maradona menjadi bagian dari tim Legenda FIFA. Namun, pada 2019, legenda Argentina ini mengundurkan diri dari program tersebut, menyalahkan perlakuan buruk dari Infantino.
Mantan pemain Napoli – yang meninggal pada 2020 di usia 60 tahun – berbicara dengan sangat marah tentang presiden FIFA tersebut. Ia mengklaim diperlakukan seperti 'anjing' dan akibatnya langsung mengundurkan diri.
"Mereka menempatkan kami (di kamar hotel) bersama (mantan pemain Belanda, Marco) van Basten dan pemain lain. Dan, mereka memperlakukan kami seolah-olah kami adalah anjing kecil yang hanya perlu diberi makan dan itu saja. Sama sekali tidak menghormati kami," ucap Maradona saat itu.
"Itulah mengapa saya mengundurkan diri. Dan sekarang, saya akan mulai mengungkapkan apa yang saya ketahui tentang FIFA yang baru ini."
Maradona kemudian menyerang wakil sekretaris jenderal FIFA Zvonimir Boban (yang kemudian mengundurkan diri pada tahun itu karena alasan yang tidak terkait), menantangnya untuk berkelahi. Legenda Argentina itu tidak senang setelah dugaan kesalahpahaman antara dirinya dan Boban di hotel tempat anggota program Legenda FIFA menginap.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
