Folarin Balogun merayakan salah satu dari dua golnya saat membawa Amerika Serikat menang meyakinkan 4-1 atas Paraguay pada laga pembuka Grup D Piala Dunia 2026. (USMNT)
JawaPos.com - Suasana pesta pecah di berbagai sudut Kota New York. Sejumlah penggemar berdiri di atas mobil di jalanan Manhattan, sementara ribuan kilometer jauhnya, bar-bar di kawasan pantai Santa Monica dipenuhi sorak sorai.
Namun, euforia tersebut bukan dipicu oleh Piala Dunia 2026. Semua perhatian justru tertuju pada New York Knicks yang mencatat comeback dramatis pada Rabu malam.
Tim kebanggaan New York itu menciptakan kebangkitan terbesar dalam sejarah Final NBA untuk menundukkan San Antonio Spurs dan semakin mendekatkan diri menuju gelar juara.
Baca Juga:Banyak Kursi Kosong di Laga Perdana Kanada, Kontroversi Harga Tiket Piala Dunia 2026 Terus Berlanjut
Fenomena tersebut menjadi gambaran nyata mengenai tantangan yang dihadapi Piala Dunia di Amerika Serikat. Meski menjadi ajang sepak bola paling bergengsi di dunia, turnamen ini masih harus bersaing dengan popularitas olahraga lokal yang telah mengakar kuat, seperti bola basket dan sepak bola Amerika.
Melansir BBC, menurut sebuah jajak pendapat terbaru, hampir separuh warga Amerika Serikat yang disurvei mengaku tidak terlalu peduli dengan berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Padahal, ini merupakan kali kedua Negeri Paman Sam menjadi tuan rumah Piala Dunia putra setelah edisi 1994. Turnamen kala itu memberikan dampak besar terhadap perkembangan sepak bola di negara tersebut dan menjadi salah satu fondasi lahirnya Major League Soccer.
Namun, lebih dari tiga dekade kemudian, kembalinya Piala Dunia belum sepenuhnya berhasil merebut perhatian publik.
Di New York, tanda-tanda hadirnya pesta sepak bola sebenarnya cukup mudah ditemukan.
Kereta bawah tanah dihiasi warna tim nasional, wajah Lionel Messi terpampang di papan reklame raksasa Times Square, sementara sejumlah penggemar terlihat mengenakan jersey Maroko dan Brasil menjelang pertandingan kedua tim di Stadion MetLife, yang sementara berganti nama menjadi Stadion New York New Jersey selama turnamen berlangsung.
Meski demikian, denyut kota saat ini sepenuhnya mengikuti irama bola basket.
New York Knicks memimpin Final NBA dengan keunggulan 3-1 atas San Antonio Spurs dan hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk meraih gelar pertama mereka sejak 1973.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022