
Rektor UI Heri Hermansyah. (Istimewa)
JawaPos.com – Seleksi mandiri masuk perguruan tinggi negeri masih berlangsung di sejumlah kampus. Universitas Indonesia (UI) salah satunya. Sayangnya, dalam proses yang berjalan banyak diwarnai isu perjokian.
Perjokian ini ramai ditawarkan untuk Seleksi Masuk (Simak) UI 2025. Di media sosial X, para joki ini terang-terangan menawarkan jasanya untuk bisa tembus Simak UI 2025. Sebagai informasi, Simak diselenggarakan secara online dan dapat dikerjakan dari perangkat elektronik masing-masing.
Merespon hal ini, Rektor UI Heri Hermansyah menegaskan, tak akan menolerir praktik perjokian ini. Dia menegaskan, perilaku tersebut melanggar dan merugikan banyak orang. Apabila terbukti, baik pelaku joki maupun yang menyewa jasa perjokian ini akan dikenakan sanksi tegas.
“Yang joki sama yang dijokiin kalau itu tertangkap basah, jelas kita akan coret dari penerimaan masuk mahasiswa baru di Universitas Indonesia. Yang kedua, kita akan bawa ke ranah hukum. Kita akan pidanakan,” tegasnya ditemui usai groundbreaking pembangunan Gedung C-Hub (Connectivity Hub) di Kampus UI, Depok, Jawa Barat, pada Senin (30/6).
Sanksi tegas ini tak akan pandang bulu. Bila ternyata, ada warga UI baik itu mahasiswa maupun dosen yang terlibat dalam praktik perjokian ini maka akan dikeluarkan.
Pihaknya pun kini tengah melakukan penelusuran atas dugaan-dugaan perjokian tersebut. Heri mengimbau, bagi masyarakat yang mengetahui praktik tersebut dan memiliki bukti untuk melaporkannya ke pihak kampus.
“Mahasiswa UI jadi joki? DO. Jelas. Selesai. Kita akan proses, jika terbukti nanti seberapa besar perannya di situ. Berat? Ya selesai udah,” ungkapnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, Simak ini jadi satu-satunya tes berbasis online yang diterapkan UI. Hal ini untuk membantu calon mahasiswa yang berasal dari berbagai daerah untuk bisa mengikuti tes tanpa harus datang ke UI.
Pihaknya memahami, bahwa perlu adanya penguatan di bidang security. Karenanya, saat ini penguatan kemananan tengah dilaksanakan. UI telah membangun sistem yang memungkinkan untuk mendeteksi adanya serangan atau kecurangan dengan upaya mengakses pusat sistem saat ujian. “Jadi yang mengakses sistem secara gelap dan lain-lain akan ketahuan,” pungkasnya. (mia)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
