Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 27 Agustus 2020 | 23.40 WIB

Dana BOS Tidak Sampai ke NTT, Nadiem Menyesal dan Bingung

Mendikbud Nadiem Makariem. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Mendikbud Nadiem Makariem. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR Fraksi Demokrat, Anita Jacoba Gah mengkritisi penyaluran dana yang tidak tersalurkan di dapilnya, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terlambat cair.

"Kami di NTT, hampir semua sekolah mengatakan kalau dana bos tidak cukup. Dana BOS tidak bisa dipakai untuk apa-apa. kemudian dikeluhkan juga bahwa Dana BOS sering terlambat cair," terangnya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR, Kamis (27/8).

Terdapat tiga tahap pencairan Dana BOS 2020, tahap I pada Januari, tahap II pada April dan tahap III di September. Namun, di NTT tidak seperti itu, bahkan satuan pendidikan untuk membayar guru harus berhutang dulu.

"Jadi para kepala sekolah untuk bayar guru itu harus mengutang dulu dari Januari, Februari, Maret mereka hutang dulu, nanti dikirim Dana BOS cair bulan April ya, itu baru dan permintaan dari Nusa Tenggara Timur kalau bisa pak menteri, Dana BOS dicairkan dari bulan Januari jangan ditunggu 3-4 bulan akhirnya guru, kepala sekolah kami harus berhutang terlebih dahulu," ujarnya.

Anita pun mempertanyakan apakah ada pengawasan terhadap penyaluran Dana BOS di dapil-nya. Pasalnya, penyaluran dari bank terkait tidak terlihat, sebab satuan pendidikan selalu mengatakan tidak cukup untuk operasional.

"Apa benar-benar diawasi dan terealisasi di bawah. ketika sk diberikan, kementerian beri tahu dinas, beritahu kepala sekolah, beritahu orang tua siswa. Kalau sekarang masih banyak Dana PIP (Program Indonesia Pintar) mengendap di bank penyalur. Di mana pengawasan Kemendikbud. Kok terjadi berulang-ulang. bahkan kembali ke kas negara," ujarnya.

Data-data dari bank penyalur pun diminta untuk dibuka. Hal ini di maksudkan untuk pengawasan dan sosialisasi terkait sekolah mana saja yang belum mencairkan Dana BOS.

"Jangan kami hanya diberikan angka-angka yang besar tapi tidak ada baiknya siapa sekolah mana berapa banyak siswa, di mana berapa bila perlu minta tolong bank penyalur buka itu data Bank BRI yang belum dicairkan berapa, di BNI berapa," imbuh Anita.

Begitu pula dengan kuota gratis, di NTT tidak ada subsidi yang sampai. Dia meminta agar daerah 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) untuk bisa diperhatikan lebih oleh Mendikbud Nadiem Makarim.

"Kuota gratis sampai sekarang ini pun masih bermasalah di NTT masih banyak yang tidak merasakan apa yang dikatakan Mas Menteri. Jadi maksud saya tolong diperhatikan lah daerah-daerah di 3T," tandasnya.

Mendikbud Nadiem Makarim pun menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa akan melakukan investigasi kenapa daerah NTT bisa telat pencairan dananya.

"Saya mungkin sangat menyesali yang terjadi di NTT karena kami melakukan transfer dana BOS pertama kalinya langsung di sekolah untuk menghindari itu (keterlambatan), untuk menghindari harus pinjam orang tua. Jadi di banyak area tidak harus lagi meminjam dari orang tua, makanya saya bingung ceritanya di NTT masih tertunda," ucap dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore