
Mendikbud Nadiem Makariem. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
JawaPos.com - Anggota Komisi X DPR Fraksi Demokrat, Anita Jacoba Gah mengkritisi penyaluran dana yang tidak tersalurkan di dapilnya, yaitu Nusa Tenggara Timur (NTT). Salah satunya Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang terlambat cair.
"Kami di NTT, hampir semua sekolah mengatakan kalau dana bos tidak cukup. Dana BOS tidak bisa dipakai untuk apa-apa. kemudian dikeluhkan juga bahwa Dana BOS sering terlambat cair," terangnya dalam Rapat Kerja Komisi X DPR, Kamis (27/8).
Terdapat tiga tahap pencairan Dana BOS 2020, tahap I pada Januari, tahap II pada April dan tahap III di September. Namun, di NTT tidak seperti itu, bahkan satuan pendidikan untuk membayar guru harus berhutang dulu.
"Jadi para kepala sekolah untuk bayar guru itu harus mengutang dulu dari Januari, Februari, Maret mereka hutang dulu, nanti dikirim Dana BOS cair bulan April ya, itu baru dan permintaan dari Nusa Tenggara Timur kalau bisa pak menteri, Dana BOS dicairkan dari bulan Januari jangan ditunggu 3-4 bulan akhirnya guru, kepala sekolah kami harus berhutang terlebih dahulu," ujarnya.
Anita pun mempertanyakan apakah ada pengawasan terhadap penyaluran Dana BOS di dapil-nya. Pasalnya, penyaluran dari bank terkait tidak terlihat, sebab satuan pendidikan selalu mengatakan tidak cukup untuk operasional.
"Apa benar-benar diawasi dan terealisasi di bawah. ketika sk diberikan, kementerian beri tahu dinas, beritahu kepala sekolah, beritahu orang tua siswa. Kalau sekarang masih banyak Dana PIP (Program Indonesia Pintar) mengendap di bank penyalur. Di mana pengawasan Kemendikbud. Kok terjadi berulang-ulang. bahkan kembali ke kas negara," ujarnya.
Data-data dari bank penyalur pun diminta untuk dibuka. Hal ini di maksudkan untuk pengawasan dan sosialisasi terkait sekolah mana saja yang belum mencairkan Dana BOS.
"Jangan kami hanya diberikan angka-angka yang besar tapi tidak ada baiknya siapa sekolah mana berapa banyak siswa, di mana berapa bila perlu minta tolong bank penyalur buka itu data Bank BRI yang belum dicairkan berapa, di BNI berapa," imbuh Anita.
Begitu pula dengan kuota gratis, di NTT tidak ada subsidi yang sampai. Dia meminta agar daerah 3T (terdepan, tertinggal dan terluar) untuk bisa diperhatikan lebih oleh Mendikbud Nadiem Makarim.
"Kuota gratis sampai sekarang ini pun masih bermasalah di NTT masih banyak yang tidak merasakan apa yang dikatakan Mas Menteri. Jadi maksud saya tolong diperhatikan lah daerah-daerah di 3T," tandasnya.
Mendikbud Nadiem Makarim pun menanggapi pernyataan tersebut dengan mengatakan bahwa akan melakukan investigasi kenapa daerah NTT bisa telat pencairan dananya.
"Saya mungkin sangat menyesali yang terjadi di NTT karena kami melakukan transfer dana BOS pertama kalinya langsung di sekolah untuk menghindari itu (keterlambatan), untuk menghindari harus pinjam orang tua. Jadi di banyak area tidak harus lagi meminjam dari orang tua, makanya saya bingung ceritanya di NTT masih tertunda," ucap dia.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
