Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 7 Februari 2017 | 22.34 WIB

Mengasah Kecakapan Komunikasi Siswa, Bergiliran Ceramah Kultum

ASAH VERBAL: Vania Mirabel Griselda dari kelas VII-D SMP Ulul Albab, Taman, bercerita tentang seorang pemain sepak bola dengan bahasa Inggris di depan teman sekelas kemarin. - Image

ASAH VERBAL: Vania Mirabel Griselda dari kelas VII-D SMP Ulul Albab, Taman, bercerita tentang seorang pemain sepak bola dengan bahasa Inggris di depan teman sekelas kemarin.

Selain membaca dan menulis, kemampuan komunikasi sangat penting dipupuk sejak dini. Khususnya berbicara di depan umum atau public speaking. Kecapakan komunikasi yang baik memengaruhi keberhasilan pelajar pada masa depan.



BERAGAM cara dilakukan untuk belajar public speaking. Bisa di dalam atau luar kelas. Misalnya, SMA Muhammadiyah 1 Taman. Para siswa-siswi setiap hari mendapatkan pembelajaran untuk mengasah kemampuan berkomunikasi hampir setiap waktu.


Di kelas, mereka menjadi lebih paham tentang public speaking dari setiap presentasi. Sebab, saat ini kurikulum pendidikan menuntut siswa lebih aktif. Misalnya, keaktifan presentasi dan mengemukakan pendapat. Dengan rutin melakukan kegiatan tersebut, kemampuan siswa meningkat dengan sendirinya.


Para guru menilai dan mengevaluasi setiap pemaparan yang disampaikan siswa. Misalnya, siswa yang ekspresif akan mendapatkan nilai yang lebih baik daripada yang biasa. Salah satu pelajaran yang mengharuskan murid melakukan presentasi adalah PPKn.


Siswa diminta mencari materi pemaparan dari berbagai sumber. Kemudian, mereka satu per satu menyampaikan di hadapan rekannya. ”Biasanya kelas X kebanyakan masih membaca dan menghafal, tapi nggak apa-apa karena masih latihan. Yang penting percaya diri dulu,” ujar guru PPKn SMA Muhammadiyah 1 Taman Edwin Yogi.


Untuk siswa kelas di atasnya, mereka sudah berbeda. Murid tidak lagi membaca. Biasanya, mereka hanya mengingat poin yang akan disampaikan. Dari poin tersebut, saat menjelaskan di hadapan rekannya, mereka sudah bisa menjabarkan sendiri. ”Karena mereka terbiasa sejak kelas X dan sudah bisa berimprovisasi,” tutur Yogi.


Di luar kelas, mereka mendapatkan pengetahuan public speaking melalui kuliah tujuh menit (kultum) setiap hari. Untuk pelajar pria, mereka menyampaikan kultum sebelum salat Duhur. Sementara untuk pelajar perempuan, jatahnya sesudah selesai salat. Yang bertugas menyampaikan kultum bergantian. Total 615 murid akan mendapatkan jatah.


Dalam sehari, ada empat siswa yang kultum. Masing-masing dua siswa putra dan putri. Mereka menyampaikan tema yang berbeda-beda. Dengan begitu, audiens mendapatkan ilmu baru saat mendengar kultum. Bagi penceramah, mereka akan mempelajari hal baru yang belum disampaikan temannya. ”Sebelum kultum, mereka mendapat pengarahan khusus dari guru pembimbing,” katanya.


Pengarahan itu berisi tentang materi yang akan disampaikan. Juga, intonasi, ekspresi, dan sikap saat menyampaikan kultum. ”Tadi menyampaikan kultum tentang bagaimana membentuk kepribadian yang berintelektual Islami,” ujar Andita Agustin Puspitasari, Senin (6/2) setelah berkultum.


Dia mengakui, dari pembelajaran kultum rutin tersebut, kemampuan berbicara di hadapan umum meningkat. Begitu juga dengan kepercaya diri Andita. Hasil positifnya, dia kerap mengikuti berbagai kompetisi pidato tingkat kabupaten dan provinsi. Andita tiga tahun berturut-turut menyabet juara kultum yang digelar rutin oleh SMA Muhammadiyah 1 Taman setiap tahun.


”Guru dan karyawan pun belajar kultum dan ngaji rutin setiap pagi sebelum masuk kelas,” ujar Kepala SMA Muhammadiyah 1 Taman Zainal Arif Fakhrudi. Menurut dia, semua guru wajib datang 15 menit sebelum jam pelajaran. Tujuannya, mereka bisa menggelar forum mengaji bersama dan mendengarkan kultum. ”Petugas tata usaha dan satpam juga harus ikut memberikan kultum. Makanya, mereka juga bisa,” terang pria yang akrab disapa Arif tersebut.



Dia menambahkan, selain salat Duhur, saat salat Jumat para siswa bergiliran menjadi muazin dan khatib. Bukan hanya di Masjid Manarul Ilmi di kompleks sekolah, mereka juga bergiliran mengisi khotbah ke masjid-masjid di wilayah Sidoarjo dan Surabaya. ”Yang khotbah Jumat ke masjid luar, kami didik dulu secara khusus,” tutur Arif. (uzi/c21/dio/sep/JPG)

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore