Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Puasa bukan hanya tentang menahan lapar dan haus. Puasa merupakan sarana latihan pengendalian diri yang berdampak besar pada kehidupan setelah kematian.
Puasa mengajarkan manusia untuk menahan hawa nafsu, melatih kesabaran dan keikhlasan, meningkatkan empati terhadap sesama, hingga memperkuat hubungan dengan Tuhan.
Bagi umat Islam, puasa memiliki makna mendalam berkaitan dengan kehidupan akhirat, pertanggungjawaban amal, serta perjalanan ruh setelah meninggalkan dunia.
Puasa bukan sekadar ritual tahunan, tapi proses pembentukan karakter. Ibadah ini menjadi sarana pembersihan jiwa agar manusia lebih siap dalam menghadapi kehidupan setelah kematian.
Kultum hari ini, Senin (2/3) tentang Puasa dan Jalan Pulang, dibawakan oleh Dosen Universitas Paramadina, Jakarta, Aan Rukmana.
Bismillahirrahmanirrahim.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi robbil'alamin. Assholawatu wassalamu ala asrafil anbiya wal mursalin. Sayyidina wa nabiyina Muhammadin wa ala alihi wa sahbihi assalihina ajma'in.
Alhamdulillah, hingga detik ini Allah masih memberikan kita nikmatnya, yaitu melaksanakan ibadah suci di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini.
Pemirsa Jawa Pos
Kalau kita coba hayati, kalau coba kita renungi hidup ini, sesungguhnya hidup ini sangatlah singkat. Karena kapanpun Allah bisa memanggil kita dalam kondisi apapun dan dimanapun.
Maka dari itu, hendaknya dalam hidup ini kita tahu kemana tujuan hidup kita, kemana kita akan kembali, dan dari mana kita berasal. Tidak ada alasan bagi kita untuk menunda mencari tahu dari mana kita berasal dan ke mana kita akan kembali.
Maka dari itu, sebagaimana diajarkan di dalam Islam, sebagaimana juga diperkuat di dalam teori-teori modern mengenai keberadaan manusia, maka manusia itu yang ideal, yang baik adalah manusia yang mengetahui hakikat serta tujuan hidupnya akan dibawa kemana.
Karena kalau kita tidak tahu tujuan hidup kita akan dibawa kemana, hidup kita tidak jauh seperti binatang-binatang. Hidup kita tidak lebih hanya dihabiskan untuk urusan makan, hidup kita tak lebih hanya dipakai untuk urusan minum, untuk urusan berhubungan, untuk urusan yang sifatnya betul-betul keduniawian, yang jauh dari pesan-pesan Allah SWT.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Herri Pras Akhirnya Minta Maaf Usai Digeruduk Petarung MMA karena Hina UAH dan UAS
Netty Pergi, Jenderal Ditangkap: Ketika Riset Doktoral Membaca Kerusakan Polri dari Dalam
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Blunder Berujung Gol, Fitrah Maulana Ungkap Perasaannya Usai Persib Menang
Prediksi Skor Madura United vs Arema FC: Pertarungan Seru Ze Gomes dan Andre Caldas
Prediksi Skor PSIM vs Dewa United di BRI Super League: Laskar Mataram Berpeluang Beri Kejutan!
Prediksi Skor Toulouse vs Strasbourg: Les Violets Berusaha Akhiri Paceklik Gol di Kandang
Prediksi Skor Cagliari vs Frosinone: Canarini Bidik Akhiri Kutukan 13 Tahun
Prediksi Skor PSIM Yogyakarta vs Dewa United: Banten Warriors Curi Kemenangan di Sultan Agung
Kamera Pengintai Identifikasi 19 Macan Tutul Jawa Beserta Rantai Makanannya di TNBTS

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022