Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 Maret 2026, 00.37 WIB

Kultum Hari Ini, Rabu (4/3), tentang Makna Pulang Kampung Sejati

Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

 JawaPos.com - Kematian adalah suatu kepastian yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. Karena itu, mempersiapkan bekal sebelum mati menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan. 

Dalam Islam, kita selalu diingatkan agar senantiasa memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok, yakni kehidupan setelah kematian. 

Mempersiapkan bekal sebelum mati berarti menjalani hidup dengan penuh kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban. 

Kesadaran akan pentingnya bekal sebelum mati mendorong seseorang untuk menjalani hidup lebih bermakna. Waktu tidak lagi dihabiskan untuk hal-hal sia-sia, melainkan untuk aktivitas yang bernilai ibadah dan kebaikan.

Berikut kultum hari ini, Rabu (4/3), tentang Makna Pulang Kampung Sejati, dibawakan Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta.

Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Amma bakdu.

Seluruh pemirsa JawaPos sekalian yang dirahmati Allah.

Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena hingga hari ini, kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmat iman dan nikmat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Jika kita merenung sejenak, sesungguhnya hidup ini amat singkat, bahkan teramat singkat. 

Rasanya baru kemarin kita berpuasa bersama kedua orang tua di kampung halaman. Pergi ke musala, ke masjid, melaksanakan shalat tarawih dan berbagai ibadah malam lainnya. 

Namun tanpa terasa, usia kita terus bertambah. Dua puluh tahun berlalu, tiga puluh tahun, empat puluh tahun. Bahkan mungkin kini kita sudah memiliki anak, bahkan cucu. Begitulah hidup. Cepat berlalu tanpa terasa.

Namun meskipun singkat, hidup ini akan menjadi sangat bernilai jika kita mengisinya dengan amal kebaikan. Hidup akan mulia ketika kita memuliakannya dengan ibadah, dengan pengabdian, dengan ketaatan kepada Allah.

Tetapi pertanyaannya, bagaimana mungkin kita bisa memuliakan hidup ini jika kita tidak sadar ke mana kita akan kembali?

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore