
Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kematian adalah suatu kepastian yang tidak bisa dihindari oleh setiap manusia. Karena itu, mempersiapkan bekal sebelum mati menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan.
Dalam Islam, kita selalu diingatkan agar senantiasa memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok, yakni kehidupan setelah kematian.
Mempersiapkan bekal sebelum mati berarti menjalani hidup dengan penuh kesadaran bahwa setiap perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban.
Kesadaran akan pentingnya bekal sebelum mati mendorong seseorang untuk menjalani hidup lebih bermakna. Waktu tidak lagi dihabiskan untuk hal-hal sia-sia, melainkan untuk aktivitas yang bernilai ibadah dan kebaikan.
Berikut kultum hari ini, Rabu (4/3), tentang Makna Pulang Kampung Sejati, dibawakan Aan Rukmana, Dosen Universitas Paramadina, Jakarta.
Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita, Nabi Muhammad, wa ‘ala ali sayyidina Muhammad. Amma bakdu.
Seluruh pemirsa JawaPos sekalian yang dirahmati Allah.
Marilah kita senantiasa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Karena hingga hari ini, kita masih diberikan kesempatan untuk merasakan nikmat iman dan nikmat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.
Jika kita merenung sejenak, sesungguhnya hidup ini amat singkat, bahkan teramat singkat.
Rasanya baru kemarin kita berpuasa bersama kedua orang tua di kampung halaman. Pergi ke musala, ke masjid, melaksanakan shalat tarawih dan berbagai ibadah malam lainnya.
Namun tanpa terasa, usia kita terus bertambah. Dua puluh tahun berlalu, tiga puluh tahun, empat puluh tahun. Bahkan mungkin kini kita sudah memiliki anak, bahkan cucu. Begitulah hidup. Cepat berlalu tanpa terasa.
Namun meskipun singkat, hidup ini akan menjadi sangat bernilai jika kita mengisinya dengan amal kebaikan. Hidup akan mulia ketika kita memuliakannya dengan ibadah, dengan pengabdian, dengan ketaatan kepada Allah.
Tetapi pertanyaannya, bagaimana mungkin kita bisa memuliakan hidup ini jika kita tidak sadar ke mana kita akan kembali?

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Mesir vs Iran di Piala Dunia 2026: The Pharaohs Selangkah Lagi ke 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Tanjung Verde vs Arab Saudi di Piala Dunia 2026: Misi Blue Sharks Pulangkan Green Falcons
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Selandia Baru vs Belgia di Piala Dunia 2026: Pembuktian Romelu Lukaku Belum Habis!
Prediksi Skor Uruguay vs Spanyol di Piala Dunia 2026: La Roja Tak Ingin Tersandung, La Celeste Wajib Menang
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Ekuador vs Jerman di Piala Dunia 2026: Der Panzer Kejar Rekor Sempurna di Fase Grup
