Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Maret 2026, 00.29 WIB

Kultum Hari Ini, Jumat (13/3) tentang Ramadhan dan Pengaruhnya bagi Kehidupan Sosial Ekonomi

Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com) - Image

Abdul Muid Nawawi, dosen PTIQ Jakarta. (Abdul Rahman/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bulan Ramadhan tidak hanya memiliki dimensi spiritual bagi umat Islam, tapi juga membawa pengaruh besar dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. 

Selama bulan suci, semangat berbagi dan kepedulian sosial meningkat secara signifikan. Banyak orang terdorong untuk memperbanyak bersedekah, memberikan bantuan kepada fakir miskin, hingga menunaikan zakat fitrah dan zakat mal. 

Tradisi berbagi makanan berbuka puasa, santunan anak yatim, dan sejumlah program sosial lainnya menunjukkan bahwa Ramadhan memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Di sisi lain, Ramadhan juga memberikan dampak yang cukup terasa dalam aktivitas ekonomi. 

Berikut kultum hari ini, Jumat (13/3), tentang Ramadhan dan Pengaruhnya bagi Kehidupan Sosial Ekonomi, dibawakan oleh Abdul Muid Nawawi, Dosen PTIQ Jakarta.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pembaca Jawa Pos yang budiman.

Kali ini kita akan berbicara tentang bagaimana bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk merajut cinta dan kepedulian kepada sesama manusia. 

Ramadhan bukan hanya ibadah yang bersifat personal antara hamba dengan Tuhannya, tapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat kuat yang membawa dampak besar dalam kehidupan masyarakat.

Kita mengetahui bahwa ibadah Ramadhan adalah ibadah puasa yang paling panjang dalam kalender ibadah umat Islam. Selama sekitar 30 hari, umat Islam menjalankan puasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, disertai berbagai ibadah lainnya pada siang dan malam hari. 

Dengan rentang waktu yang cukup panjang ini, Ramadhan memiliki potensi besar untuk menghadirkan berbagai perubahan dalam kehidupan kita, baik perubahan sosial, ekonomi, bahkan dalam skala yang lebih luas seperti perubahan dalam cara pandang masyarakat.

Salah satu perubahan yang paling mudah kita rasakan adalah perubahan sosial, terutama terkait gaya hidup. Ramadhan sering kali membuat kita lebih menjaga sikap dan perilaku. Cara kita berpakaian menjadi lebih santun, tutur kata jadi lebih lembut, dan cara berpikir pun perlahan berubah menjadi lebih tenang dan bijaksana. Bahkan, perubahan itu biasanya mulai terasa sejak menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.

Selain itu, Ramadhan juga mengubah pola konsumsi kita. Waktu makan dan minum menjadi lebih teratur karena adanya sahur dan berbuka. Banyak orang yang justru mulai lebih memperhatikan pola makan yang lebih sehat selama Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa Ramadhan bukan hanya ibadah spiritual, tapi juga membawa dampak positif bagi kesehatan dan kedisiplinan hidup.

Di sisi lain, Ramadhan juga menghadirkan dinamika ekonomi yang sangat terasa. Aktivitas ekonomi masyarakat biasanya meningkat pesat selama bulan Ramadhan. Di lingkungan sekitar kita sering muncul fenomena menarik: tetangga yang sebelumnya tidak berjualan, tiba-tiba membuka usaha kecil-kecilan. Ada yang menjual kolak, gorengan, minuman segar, hingga berbagai hidangan berbuka puasa.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore