
Rektor Undip Yos Johan Utama saat dijumpai wartawan di Gedung Sudharto, Undip, Sabtu (6/10).
JawaPos.com - Simpati terhadap korban bencana gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah terus berdatangan. Kali ini giliran Universitas Diponegoro (Undip) Semarang yang menyatakan kesediaannya menampung para mahasiswa asal Palu.
Rektor Undip Yos Johan Utama mengatakan, pihaknya mengizinkan para mahasiswa asal Palu yang menjadi korban bencana untuk berkuliah di tempatnya. Khususnya bagi mereka yang segala aktivitas kampusnya terhenti akibat adanya gempa dan tsunami, termasuk salah satunya Universitas Tadulako (Untad).
"Kita sudah siapkan gedung TCII-BTB itu kosong. Di situ ada sekitar 50 kamar yang tiap kamarnya bisa diisi sampai empat orang. Mereka di sini kuliah dan kuliah di sini, diakui di sana (kampus asal mahasiswa)," ujarnya saat dijumpai di Gedung Sudharto, Undip, Sabtu (6/10).
Ia mengatakan bahwa segala mata kuliah yang dipelajari di Undip, nilainya bakal ditransfer ke universitas asal mereka. "Nanti mereka yang akan menggelar penilaiannya. Di sini mereka tidak bayar. (Kuliahnya) gratis," sambungnya.
Kuliah bebas berbayar ini, lanjut Johan, ditujukan untuk semua jurusan tanpa pengecualian. Beberapa fakultas seperti kedokteran atau ilmu sosial bahkan sudah siap menampung mereka. "Mereka nanti kuliah satu semester. Atau dua semester pun nggak masalah," tambahnya.
Untuk menanggung makan, minum para mahasiswa tersebut, Johan mengatakan sudah membuka pendaftaran untuk orangtua asuh. Menurutnya, pendaftar dalam hal ini adalah para dosen Undip, juga sudah banyak.
Sementara untuk mahasiswa asli Palu yang sedianya memang menempuh pendidikan di Undip, sangat memungkinkan dibebaskan biaya kuliahnya. Namun, untuk saat ini masih dikumpulkan datanya terkait jumlah dan sebarannya.
Sementara iyu, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan program kuliah sementara atau 'sit in' bagi mahasiswa ini diinisiasi oleh Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI).
Dari pendataan sementara, ada beberapa universitas yang aktivitasnya bisa dibilang lumpuh. Seperti Untad tadi, Universitas Muhammadiyah Palu, Universitas terbuka di Palu, serta Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Dato Karama Palu.
Bagi para mahasiswa-mahasiswa kampus di atas agar supaya bisa berkuliah di universitas lain, Natsir berujar, MRPTNI sudah menyiapkan beberapa mekanismenya. Seperti misalnya untuk koas bisa disebar ke seluruh perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran.
"Ada yang dengan daring, fakultas hukum UI sudah menjembatani. Tetep di Palu, tapi bisa jarak jauh. Lalu bisa dengan Credit Transfer Semester (CTS), kuliah di tempat lain tapi tetap mahasiswa kampus Palu. Saya minta para rektor membantu dan banyak dari mereka yang membebaskan," tandasnya.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
