
Dr. Laely Indah Lestari, dirinya merumuskan model komunikasi budaya Tanah-Tangan-Tutur.
JawaPos.com – Budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi bukan hanya penanda suatu kelompok tapi juga memuat nilai-nilai sebuah perjalanan penting. Dalam disertasi Dr. Laely Indah Lestari, dirinya merumuskan model komunikasi budaya Tanah-Tangan-Tutur.
Dalam keterangannya, model komunikasi ini menawarkan cara pandang abru terhadap budaya ekologi makna yang terbentuk melalui relasi antara nilai-nilai kosmologis (tanah), praktik budaya yang embodied (tangan), dan narasi yang diwariskan lintas generasi (tutur). Temuan ini bahkan dianggap sebagai salah satu kontribusi teoretis penting dalam pengembangan ilmu komunikasi berbasis epistemologi lokal Nusantara.
Dalam penelitiannya di Sumba Timur, tenun ikat bukan sekadar artefak budaya atau komoditas pariwisata. Tapi, ungkap Dr. Laely, juga medium representasi identitas dan instrumen diplomasi budaya yang memainkan peran strategis dalam ekosistem pariwisata dan hubungan antarkomunitas.
Dengan model komunikasi yang dikembangkannya memperlihatkan bagaimana makna budaya dapat tetap hidup dan berkembang jika komunikasi antaraktor berjalan dalam arus yang sirkular dan saling memperkuat.
Diungkapkan Dr. Laely, perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam menghasilkan pemikiran besar dan kontribusi ilmiah yang berdampak bagi bangsa. Keunggulan akademik dapat dicapai melalui ketekunan, integritas, dan komitmen penuh terhadap ilmu pengetahuan.
“Saya percaya bahwa ilmu pengetahuan harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu menjaga kekayaan budaya bangsa. Model Tanah–Tangan–Tutur adalah langkah kecil saya untuk itu,” ujarnya setelah sidang promosi.
Perlu diketahui, Dr. Laely Indah Lestari resmi dikukuhkan sebagai Doktor Ilmu Komunikasi dari Universitas Padjadjaran setelah berhasil mempertahankan disertasinya dengan IPK sempurna 4,0 dan predikat Summa Cum Laude. Ia menuntaskan program doktoral hanya dalam 2 tahun 2 bulan, menjadikannya salah satu lulusan tercepat dan terbaik dalam sejarah Program Doktor Fikom UNPAD.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
