Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 16.29 WIB

Pesan Mensos soal Sekolah Rakyat: Jangan Ada yang Pura-pura Miskin

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (istimewa)

 

JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pesan terkait Sekolah Rakyat yang akan diluncurkan pada 14 Juli mendatang secara serentak. Salah satunya, jangan ada yang pura-pura miskin untuk bisa masuk ke sekolah yang dipastikan gratis ini.

"Jangan ada yang pura-pura miskin. Ini pesan Presiden (Prabowo Subianto) juga. Jadi jangan sampai ada KKN, jangan sampai ada titipan-titipan, jangan sampai ada bayar membayar," kata Mensos, seperti dikutip dari tayangan video ANTARA TV, Minggu (13/7).

Oleh sebab itu, lanjut Gus Ipul, pemerintah sendiri telah membuat mekanisme untuk Sekolah Rakyat. Diantaranya, hanya mereka yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) untuk bisa di Sekolah Rakyat.

"Maka itu kita buat mekanismenya yang bisa sekolah di sini ini (SR) basis pertamanya adalah data dulu. Data yang dimiliki pemerintah berdasarkan  inpres nomor 4 namanya DTSN," lanjut Gus Ipul.

Selain itu, menurut Gus Ipul setelah masuk dalam data tersebut. Maka nantinya akan ada pendamping dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan mendatangi calon siswa tersebut.

Dalam hal ini mereka akan memastikan dengan melakukan dialog dan sekaligus melihat kondisi rumahnya seperti apa. Jika kemudian, orang tersebut memenuhi untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat.

Maka, lanjut Gus Ipul, pendamping tersebut akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat di masing-masing kabupaten/kota. 

"Lalu, kalau kemudian itu dianggap memenuhi syarat administrasi, dia misalnya miskin ekstrem. Memang dari keluarga yang tidak mampu akan berkoordinasi dengan dinas setempat, dinsos setempat. Jadi dinsos kabupaten atau kota," ungkap Gus Ipul.

Untuk diketahui, Sekolah Rakyat akan diluncurkan pada 14 Juli mendatang secara serentak. Sekolah Rakyat akan diluncurkan di 100 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekolah tahap pertama ini merupakan sekolah rintisan yang menggunakan gedung atau bangunan milik Kementerian Sosial (Kemensos).

Setidaknya, ada 9.755 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang akan menjadi murid Sekolah Rakyat di jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahap pertama ini. Mereka akan dibimbing oleh 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidikan pendukung.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore