Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (istimewa)
JawaPos.com - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyampaikan pesan terkait Sekolah Rakyat yang akan diluncurkan pada 14 Juli mendatang secara serentak. Salah satunya, jangan ada yang pura-pura miskin untuk bisa masuk ke sekolah yang dipastikan gratis ini.
"Jangan ada yang pura-pura miskin. Ini pesan Presiden (Prabowo Subianto) juga. Jadi jangan sampai ada KKN, jangan sampai ada titipan-titipan, jangan sampai ada bayar membayar," kata Mensos, seperti dikutip dari tayangan video ANTARA TV, Minggu (13/7).
Oleh sebab itu, lanjut Gus Ipul, pemerintah sendiri telah membuat mekanisme untuk Sekolah Rakyat. Diantaranya, hanya mereka yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSN) untuk bisa di Sekolah Rakyat.
"Maka itu kita buat mekanismenya yang bisa sekolah di sini ini (SR) basis pertamanya adalah data dulu. Data yang dimiliki pemerintah berdasarkan inpres nomor 4 namanya DTSN," lanjut Gus Ipul.
Selain itu, menurut Gus Ipul setelah masuk dalam data tersebut. Maka nantinya akan ada pendamping dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan mendatangi calon siswa tersebut.
Dalam hal ini mereka akan memastikan dengan melakukan dialog dan sekaligus melihat kondisi rumahnya seperti apa. Jika kemudian, orang tersebut memenuhi untuk menjadi siswa Sekolah Rakyat.
Maka, lanjut Gus Ipul, pendamping tersebut akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) setempat di masing-masing kabupaten/kota.
"Lalu, kalau kemudian itu dianggap memenuhi syarat administrasi, dia misalnya miskin ekstrem. Memang dari keluarga yang tidak mampu akan berkoordinasi dengan dinas setempat, dinsos setempat. Jadi dinsos kabupaten atau kota," ungkap Gus Ipul.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat akan diluncurkan pada 14 Juli mendatang secara serentak. Sekolah Rakyat akan diluncurkan di 100 titik yang tersebar di seluruh Indonesia. Sekolah tahap pertama ini merupakan sekolah rintisan yang menggunakan gedung atau bangunan milik Kementerian Sosial (Kemensos).
Setidaknya, ada 9.755 siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang akan menjadi murid Sekolah Rakyat di jenjang SD, SMP, dan SMA pada tahap pertama ini. Mereka akan dibimbing oleh 1.554 guru dan 3.390 tenaga pendidikan pendukung.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
