Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 17 Desember 2024 | 12.26 WIB

Pengujung 2024! Unair Tambah 16 Guru Besar Baru, Apa Saja Kontribusi yang Mereka Tawarkan?

Universitas Airlangga kukuhkan 16 guru besar baru. (Novia Herawati/JawaPos.com) - Image

Universitas Airlangga kukuhkan 16 guru besar baru. (Novia Herawati/JawaPos.com)

JawaPos.com–Dua pekan menjelang pergantian tahun 2024 ke 2025, Universitas Airlangga (Unair) akan menambah 16 guru besar baru. Prosesi pengukuhan digelar selama tiga hari, yakni Selasa - Kamis (17-19/12).

Rektor Unair Prof Mohammad Nasih menjelaskan, calon guru besar baru ini berasal dari berbagai bidang studi. Mulai dari kedokteran, ilmu sejarah, ilmu sosial dan politik, teknik, ekonomi, hingga keperawatan.

”Alhamdulillah dengan tambahan guru besar sejumlah 16, tahun ini Unair kurang lebih sudah mengukuhkan 62 guru besar baru,” ujar Prof Nasih di Kampung Unair C Surabaya, Senin (16/12).

Hingga saat ini, Universitas Airlangga telah mengukuhkan sebanyak 372 dosen menjadi guru besar. Angka ini dikatakan Prof Nasih, sama dengan 17 persen dari keseluruhan dosen yang mengajar di Unair.

Tugas dosen dan tugas guru besar bukan hanya menerapkan ilmu, tetapi juga mengembangkan ilmu. kontribusi perguruan tinggi pun bukan tentang seberapa banyak memberikan uang, melainkan seberapa banyak ilmu dan inovasi yang dihasilkan.

”Saya yakin ke depan, Unair akan jauh lebih kuat lagi dan akan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat. Tunjukkan bahwa guru besar Unair punya kompetensi,” imbuh Mohammad Nasih, guru besar akuntansi itu.

Berikut daftar 16 guru besar baru Unair, yang dikukuhkan pada Selasa - Kamis (17-19/12).

  1. Prof Helmy Yusuf, bidang Ilmu Teknologi dan Formulasi Sediaan Solida, dari Fakultas Farmasi
  2. Prof Nur Chamidah, bidang Ilmu Pemodelan Regresi Nonparametrik dan Semiparametrik Multirespon, dari Fakultas Sains dan Teknologi
  3. Prof Sarkawi, bidang Ilmu Sejarah Revolusi, dari Fakultas Ilmu Budaya
  4. Prof Arifa Mustika, bidang Ilmu Imunofarmakologi, dari Fakultas Kedokteran
  5. Prof Tuti Budirahayu, bidang Ilmu Sosiologi Pendidikan, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  6. Prof Falih Suaedi, bidang Ilmu Manajemen Publik, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  7. Prof Indeswati Diyatri, bidang Ilmu Biokimia Penyakit Jaringan Periodontal, dari Fakultas Kedokteran Gigi
  8. Prof Khusnul Ain, bidang Ilmu Tomografi dan Spektroskopi Impedansi Elektrik, dari Fakultas Sains dan Teknologi
  9. Prof Nur Wulan, bidang Ilmu Kajian Maskulinitas, dari Fakultas Ilmu Budaya
  10. Prof Rahmat Setiawan, bidang Ilmu Manajemen Keuangan Perusahaan, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  11. Prof Kismiyati, bidang Ilmu Arthropoda Parasit Ikan, dari Fakultas Perikanan dan Kelautan
  12. Prof Imron Mawardi, bidang Ilmu Investasi dan Keuangan Islam, dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  13. Prof Liliek Susilowati, bidang Ilmu Teori Graf, dari Fakultas Sains dan Teknologi
  14. Prof Aminatun, bidang Ilmu Biomaterial Jaringan Keras, dari Fakultas Sains dan Teknologi.
  15. Prof Ferry Efendi, bidang Ilmu Keperawatan Komunitas, dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  16. Prof Baiq Lekar Sinayang Wahyu Wardhani, bidang Ilmu Pembangunan Internasional dan Isu Global, dari Fakultas Keperawatan.
Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore