
Gus Ipul saat bertemu dengan pengerajin kerupuk di Dolopo, Kabupaten Madiun, Sabtu (2/6)
JawaPos.com - Calon gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf menyiapkan sebuah terobosan untuk menekan mahalnya harga bahan baku produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Jawa Timur. Misalnya saja produk UMKM kerupuk yang menggunakan bahan baku tepung tapioka. Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu sengaja bertemu dengan pengrajin kerupuk, Sabtu (2/6)
Satu di antara sentra pengrajin kerupuk di kawasan Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun mengeluhkan mahalnya harga tepung tapioka. Tak tanggung-tanggung, harga tepung tapioka naik sekitar 150 persen dalam beberapa bulan terakhir.
Dari yang awalnya Rp 400 ribu tiap kuintal, kini meningkat menjadi Rp 1 juta untuk berat yang sama. "Akibatnya, banyak pengrajin yang tutup. Sebab, harga bahan baku sudah tak terjangkau," kata seorang pengrajin kerupuk, Misdi.
Padahal, pasar untuk kerupuk ini terbuka lebar. Tak kurang sekitar satu ton tiap pekan ludes terjual di sentra pengrajin ini. Apalagi, para tengkulak datang langsung ke para pengrajin.
Bagi pengrajin yang tetap beroperasi, mereka akhirnya rela memangkas keuntungan serta menaikkan harga kerupuk. Dari yang awalnya per kantung seberat lima kilogram dihargai sebesar Rp 36 ribu, kini naik menjadi Rp 42 ribu. "Kalau harga bahan baku tak bisa turun, kami khawatir akan semakin banyak kawan pengrajin yang tutup. Saat ini, tinggal 15 UMKM saja yang masih beroperasi," tambah Misdi.
Menanggapi keluhan ini, Gus Ipul mendorong para pengrajin mendatangkan bahan baku dengan cara borongan. Bukan lagi belanja bahan baku secara mandiri, melainkan berkelompok. "Mereka harus meninggalkan kebiasan belanja modal secara sendiri-sendiri. Sebaliknya, datangkan secara berkelompok," kata Gus Ipul.
Konsep kolektif tersebut bisa melalui koperasi yang didirikan khusus oleh para pengerajin. "Bahkan, agar semakin meringankan, koperasi ini dibentuk khusus untuk mendatangkan bahan baku," imbuhnya.
Melalui koperasi, para pengerajin juga bisa memangkas panjangnya rantai distribusi yang sekaligus mengurangi harga pasaran. "Bahkan, kalau belinya banyak, pengerajin bisa datang langsung ke pabriknya," ucap mantan Ketua Umum GP Ansor itu.
Ke depan, pemerintah provinsi di bawah kepemimpinan Gus Ipul tak hanya akan melakukan intervensi dengan harga yang terjangkau. Pihaknya, juga berkomitmen untuk menyiapkan bantuan permodalan. Hal itu terangkum dalam program Sentra UMKM dan Pemberdayaan Start-Up (Superstar).

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
