Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Oktober 2026 | 06.56 WIB

7 Alasan Mengapa Kehilangan Orang Tua Terasa Berat pada Usia Berapapun Menurut Psikologi. Apa Sajaka

seseorang yang kehilangan orang tua./Magnific/timeimage - Image

seseorang yang kehilangan orang tua./Magnific/timeimage

JawaPos.com - Kehilangan orang tua adalah salah satu pengalaman hidup yang dapat terasa sangat mengguncang, bahkan ketika seseorang sudah dewasa, mandiri, menikah, memiliki anak, atau telah lama hidup terpisah dari keluarganya.

Ada anggapan bahwa kehilangan orang tua akan lebih mudah diterima ketika seseorang sudah berusia matang. Seolah-olah menjadi dewasa berarti sudah cukup siap menghadapi kematian orang tua. Padahal, secara psikologis, usia tidak otomatis membuat seseorang kebal terhadap duka.

Seorang anak berusia 10 tahun dapat berduka karena kehilangan ibunya. Namun, seorang berusia 40, 50, bahkan 70 tahun juga dapat merasakan kehampaan yang sangat dalam ketika kehilangan ayah atau ibunya.

Mengapa demikian?

Karena hubungan antara orang tua dan anak bukan sekadar hubungan sosial. Bagi banyak orang, orang tua merupakan bagian penting dari sejarah hidup, identitas, rasa aman, dan pengalaman emosional sejak masa kanak-kanak.

Ketika orang tua meninggal, yang hilang bukan hanya sosok yang selama ini dikenal dan dicintai. Dalam banyak kasus, seseorang juga merasa kehilangan tempat untuk kembali, kehilangan bagian dari masa lalunya, atau kehilangan seseorang yang menjadi saksi perjalanan hidupnya.

Dilansir dari Psychology Today pada Rabu (14/10), terdapat tujuh alasan mengapa kehilangan orang tua dapat terasa begitu berat pada usia berapa pun.

1. Orang tua sering menjadi bagian dari rasa aman sejak masa kanak-kanak

Sejak kecil, manusia membutuhkan figur yang memberikan rasa aman. Bagi banyak orang, orang tua menjadi salah satu sumber utama rasa aman tersebut.

Ketika masih kecil, seorang anak mungkin melihat orang tuanya sebagai tempat berlindung ketika sakit, takut, sedih, atau menghadapi masalah. Pola hubungan tersebut dapat meninggalkan jejak psikologis yang bertahan hingga seseorang dewasa.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore