Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 September 2026 | 21.55 WIB

Sering Dianggap Sepele! 11 Sikap Orang Tua Ini Bikin Anak Trauma Saat Dewasa

Ilustrasi 11 Pola Asuh Memicu Trauma Emosional Pada Anak Saat Dewasa./pexels.com - Image

Ilustrasi 11 Pola Asuh Memicu Trauma Emosional Pada Anak Saat Dewasa./pexels.com

JawaPos.com - Hubungan antara orang tua dan anak idealnya menjadi tempat yang paling aman serta penuh dengan kasih sayang.

Dalam realitas kehidupan keluarga, tidak sedikit perilaku atau pola asuh orang tua yang tanpa disadari dapat menggoreskan luka emosional yang mendalam.

Pola komunikasi yang penuh kritik, pengabaian emosi, hingga pemaksaan kehendak yang sering kali dianggap sepele atau hal biasa oleh orang tua, justru bisa bertransformasi menjadi trauma masa kecil (childhood trauma) yang membayangi anak hingga tumbuh dewasa.

Melansir dari laman YourTango pada Selasa (29/09), menyebutkan  11 sikap orang tua yang kerap dianggap sepele namun berpotensi memicu trauma dan keretakan hubungan saat anak dewasa.

Bentuk dinamika pengasuhan yang toksik kerap menjadi alasan utama mengapa seorang anak saat dewasa memilih untuk membatasi komunikasi hingga memutuskan hubungan dengan orang tua mereka demi menjaga kesehatan mental.

Secara ilmiah, respons trauma anak terhadap pola asuh yang disfungsional berakar pada gangguan ikatan emosional (attachment style).

Dalam studi psikologi perkembangan menunjukkan bahwa pengabaian emosional kronis serta pelanggaran batas-batas pribadi oleh orang tua dapat memicu tingkat kecemasan tinggi, kecenderungan people pleasing, hingga depresi pada usia dewasa.

Pendekatan perkembangan mental terbukti secara klinis bahwa persepsi anak terhadap keadilan dan rasa aman di masa kecil menentukan efikasi diri serta kemampuan mereka dalam membangun hubungan interpersonal yang sehat di masa depan.

Berikut adalah 11 sikap orang tua yang kerap dianggap sepele namun berpotensi memicu trauma dan keretakan hubungan saat anak dewasa:

  1. Pengabaian Emosional (Emotional Neglect)

Orang tua kerap mengabaikan atau meremehkan perasaan anak ketika mereka sedang sedih, marah, atau takut, sehingga anak merasa emosinya tidak valid dan tidak berharga.

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore