
seseorang yang menyakiti perasaan anaknya./Magnific/peoplecreations
JawaPos.com - Banyak orang tua mengkritik anak karena ingin melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.
Nilai anak kurang bagus, dikritik.
Kamar berantakan, dikritik.
Cara berbicara dianggap kurang sopan, dikoreksi.
Anak mengambil keputusan yang tidak sesuai harapan, langsung diberi tahu bahwa pilihannya salah.
Pada awalnya, semua itu mungkin terlihat seperti bentuk perhatian.
Orang tua mungkin berpikir, “Kalau bukan saya yang mengingatkan, siapa lagi?” atau “Saya keras karena saya ingin dia sukses.”
Namun, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa cara orang tua memberikan kritik dapat memengaruhi bagaimana seorang anak memandang dirinya sendiri, hubungannya dengan orang lain, bahkan cara ia menghadapi kesalahan ketika dewasa.
Perlu dibedakan antara memberikan koreksi terhadap perilaku dan membuat anak merasa dirinya sebagai pribadi yang buruk.
Kalimat seperti:
“Nilaimu kali ini kurang bagus. Mari kita cari tahu bagian mana yang belum kamu pahami.”
berbeda secara psikologis dengan:
“Kamu memang selalu malas. Begitu saja tidak bisa.”
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022