Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 23 September 2026 | 02.46 WIB

7 Alasan Mengapa Orang Tua yang Kritis Ternyata Dapat Menyakiti Anak-Anak Mereka Menurut Psikologi

seseorang yang menyakiti perasaan anaknya./Magnific/peoplecreations - Image

seseorang yang menyakiti perasaan anaknya./Magnific/peoplecreations

JawaPos.com - Banyak orang tua mengkritik anak karena ingin melihat mereka tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Nilai anak kurang bagus, dikritik.
Kamar berantakan, dikritik.
Cara berbicara dianggap kurang sopan, dikoreksi.
Anak mengambil keputusan yang tidak sesuai harapan, langsung diberi tahu bahwa pilihannya salah.

Pada awalnya, semua itu mungkin terlihat seperti bentuk perhatian.

Orang tua mungkin berpikir, “Kalau bukan saya yang mengingatkan, siapa lagi?” atau “Saya keras karena saya ingin dia sukses.”

Namun, psikologi perkembangan menunjukkan bahwa cara orang tua memberikan kritik dapat memengaruhi bagaimana seorang anak memandang dirinya sendiri, hubungannya dengan orang lain, bahkan cara ia menghadapi kesalahan ketika dewasa.

Perlu dibedakan antara memberikan koreksi terhadap perilaku dan membuat anak merasa dirinya sebagai pribadi yang buruk.

Kalimat seperti:

“Nilaimu kali ini kurang bagus. Mari kita cari tahu bagian mana yang belum kamu pahami.”

berbeda secara psikologis dengan:

“Kamu memang selalu malas. Begitu saja tidak bisa.”

Editor: Hanny Suwindari
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore