
Ilustrasi, seorang anak memiliki orang tua yang gila kerja. Magnific/ Drazen Zigic.
JawaPos.com - Orang tua yang gila kerja atau workaholic sering kali memiliki niat baik, tapi siapa sangka dedikasi terhadap karier tersebut diam-diam membawa pengaruh besar pada anak-anaknya bahkan dibawa sampai mereka dewasa.
Ini disebabkan banyak dari kebiasaan seorang anak terbentuk di masa-masa mereka sangat mudah menyerap pengalaman, yakni saat mereka mendambakan waktu berkualitas, namun tidak mendapati orang tua di sisi mereka.
Dilansir JawaPos.com dari yourtango pada Senin (7/9), berikut ini delapan kebiasaan yang dibawa sang anak dari orang tua yang gila kerja ketika dewasa.
1. Membawa Pekerjaan ke Rumah
Banyak dari mereka tumbuh menjadi sosok perfeksionis dan menganggap harga dirinya ditentukan oleh kualitas pekerjaan di kantor atau komitmen terhadap perusahaan.
Jadi, mereka kerap kali membawa pekerjaan ke rumah atau menghabiskan waktu di kantor saat akhir pekan.
Mereka pun selalu bersedia menerima tanggung jawab tambahan tanpa menetapkan batasan yang jelas.
Bahkan, mereka rela menjalani beberapa pekerjaan sekaligus demi membuktikan kemampuan mereka dalam menangani semuanya meski kenyataannya terlihat jelas bahwa mereka kewalahan.
2. Mengagungkan Kelelahan Ekstrem atau Burnout
Anak-anak yang tumbuh dalam budaya kerja keras tanpa henti terbiasa menempatkan produktivitas dan kesuksesan karier di atas kesejahteraan pribadi.
Mereka beranggapan rasa lelah yang luar biasa atau burnout adalah bukti loyalitas terhadap perusahaan serta dedikasi pada pekerjaan.
Meski banyak dari mereka meninggalkan ekspektasi tempat kerja yang tidak sehat, sebagian anak yang tumbuh dengan orang tua gila kerja atau workaholic sulit melepaskan diri dari pola pikir itu.
Mereka telah menyaksikan orang tua yang bekerja melampaui batas kemampuan dan mengaitkan jati diri sepenuhnya dengan karier sepanjang hidup.
Saat beranjak dewasa, mereka pun meniru pola yang serupa.
3. Menjadikan Pekerjaan sebagai Bagian dari Identitas Diri
Banyak dari orang tua yang gila kerja tanpa sadar menjadikan pekerjaan sebagai unsur utama identitas anak-anaknya.
Saat bekerja keras dan meraih kesuksesan, orang tua merasa lebih baik tentang diri sendiri, meski sesungguhnya membiarkan pekerjaan menguasai hidupnya.
Anak-anak kemudian tumbuh dengan keyakinan bahwa nilai diri seseorang ditentukan oleh jabatan atau ambisi profesional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaga vs Espanyol: Los Periquitos Bidik Poin, Tuan Rumah Terpuruk
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Persipura vs RANS Nusantara: Produktivitas Gol Jadi Pembeda
Prediksi Skor Isenmulang Kalteng vs Persebaya di Super League, Green Force Berpeluang Curi Tiga Poin
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Susunan Pemain Persik vs Madura United: Reina Siapkan Strategi Terbaik
Prediksi Skor Persik Kediri vs Madura United: Laskar Sape Kerap Punya Kans Menang di Brawijaya!
Suahasil Buka Suara soal Pembagian Tugas Tiga Wamenkeu, Ini Fokusnya!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang
Adhyaksa FC Bekasi Vs PSGC Ciamis: Misi Bangkit Tuan Rumah

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022