
Daycare Little Aresha, Kota Jogjakarta, tempat penitipan anak yang digerebek polisi pada Jumat (24/4). (Hery Sidik/Antara)
JawaPos.com-Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) DR. dr. Fitri Hartanto Sp.A Subsp TKPSK (K) mengatakan ada tanda mencurigakan atau red flag pada tempat penitipan anak atau daycare yang perlu dipertahankan orang tua dalam memilih tempat pengasuhan anak.
Salah satunya, daycare yang baik memiliki ruangan terpisah antara anak yang sehat dan yang sakit untuk menghindari penyebaran virus pada anak-anak. ’’Di daycare kita tidak ada yang membedakan anak sehat dan sakit. Sehingga anak seringkali sakit ketika sudah diobati seminggu, dua minggu datang lagi. Kenapa? Karena pada saat sudah sembuh masuk ke daycare, di daycare ada yang sakit tetap saja dimasukkan,” kata Fitri dalam diskusi secara daring yang diikuti di Jakarta, Rabu (29/4).
Ia mengatakan anak yang jauh dari pemantauan orang tua dan pilihan orang tua untuk memasukkan anaknya ke daycare meski pada saat anak sakit membuat virus dan penyakit mudah menular pada anak lainnya.
Lingkungan ini menjadi tidak sehat bagi anak karena bisa mengganggu tumbuh kembang anak jika terus menerus jatuh sakit. Daycare juga diharapkan memiliki regulasi yang ketat dan tidak menerima anak yang sedang sakit.
Diantaranya area pembelajaran, ruang istirahat, ruang makan, ruang pertemuan keluarga dan ruang logistik dipisahkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat untuk anak.
Fitri mengatakan selain kemampuan mengasuh, pekerja di daycare juga harus memiliki kemampuan untuk tindakan pencegahan penyakit dan memenuhi kebutuhan kesehatan anak sebagai salah satu syarat yang perlu dipertimbangkan orang tua dalam memilih daycare.
’’Apakah guru daycare itu mempunyai kompetensi untuk memberikan stimulasi, pemenuhan kebutuhan kesehatan lainnya, termasuk apabila terjadi kecelakaan, keselek, tersedak, kesetrum itu guru daycare harus bisa mengatasi tindakan awal sebelum merujuk ke rumah sakit,” katanya.
Fitri mengatakan transparansi antara daycare dan orang tua juga menjadi hal yang sangat penting. Jika daycare tidak memberikan akses orang tua melihat interaksi pengasuh dan anak maka itu menjadi tanda kecurigaan yang harus diperhatikan.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
