Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 27 Oktober 2025 | 17.40 WIB

7 Kebiasaan Orang Tua yang Membuatnya Semakin Tidak Disukai oleh Anak-anak, Simak!

Ilustrasi orang tua yang merasa sedih karena sang anak jarang menelepon atau mengunjunginya./freepik - Image

Ilustrasi orang tua yang merasa sedih karena sang anak jarang menelepon atau mengunjunginya./freepik

JawaPos.com - Perbedaan usia sering kali membuat jurang pemisah antara anak-anak dengan orang tuanya. 

Bahkan, perkembangan zaman yang begitu cepat membuat orang tua sering kali tak memahami perubahan anak-anak di era modern.

Alhasil, banyak orang tua yang tidak sadar menjadi pribadi yang dianggap kuno hingga tidak disukai oleh anak-anak mereka. 

Fenomena ini tentu bukan kesalahan dari salah satu pihak, namun perbedaan usia dan cepatnya perubahan membuat kesenjangan yang tidak disadari oleh beberapa orang.

Seiring bertambahnya usia, seseorang sering kali merasa bahwa pengalaman hidup yang panjang otomatis menjadikannya lebih bijaksana dan disegani.

Namun kenyataannya, tidak sedikit orang lanjut usia yang justru mulai kehilangan simpati dan rasa hormat dari orang-orang di sekitarnya.

Hal ini bukan semata karena faktor umur, melainkan karena munculnya sejumlah kebiasaan yang tanpa disadari membuat mereka tampak keras kepala, sulit diajak berdiskusi, atau bahkan menyebalkan bagi orang lain.

Padahal, niat mereka sering kali tidak buruk, hanya saja cara penyampaian dan sikap yang ditunjukkan terkadang membuat orang lain menjauh.

Dilansir dari laman Global English Editing, berikut merupakan 7 kebiasaan yang kerap muncul pada orang lanjut usia dan secara perlahan membuat mereka semakin tidak disukai.


1. Meremehkan Generasi Muda

Salah satu kebiasaan yang sering muncul pada orang yang lebih tua adalah suka membandingkan generasi muda dengan generasi mereka sendiri.

Ucapan seperti “zaman saya dulu lebih susah” atau “anak muda sekarang manja” sering kali keluar tanpa disadari. Padahal, setiap generasi memiliki tantangan dan nilai-nilai yang berbeda.

Ketika seseorang terlalu sering meremehkan generasi muda, ia bisa dianggap sombong dan sulit diajak bergaul.

Sikap seperti ini juga membuat jarak antara generasi semakin lebar. Sebaliknya, orang yang mau mendengarkan, memahami, dan menghargai pandangan anak muda justru akan lebih dihormati.

Dengan membuka diri terhadap cara berpikir mereka, seseorang dapat membangun hubungan yang lebih harmonis dan menunjukkan bahwa kebijaksanaan sejati datang dari kemampuan untuk terus belajar, bukan hanya dari usia.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore