Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Mei 2025 | 06.35 WIB

Anak Remaja Sering Membantah? Ini Tiga Kunci untuk Menanganinya dan Membangun Hubungan yang Lebih Baik

Ilustrasi orang tua dan anak remaja. - Image

Ilustrasi orang tua dan anak remaja.

JawaPos.com - Apakah Anda merasa lelah menghadapi sikap remaja yang suka membantah, memutar mata, atau bersikap seolah-olah dunia hanya milik mereka?

Apakah Anda merasa setiap permintaan kecil seperti menyuruh mereka membersihkan kamar atau mematikan ponsel selalu berakhir dengan pertengkaran?

Jika ini terdengar familiar, ketahuilah bahwa Anda tidak sendiri. Banyak orang tua mengalami dinamika yang sama. Masa remaja memang penuh gejolak, tapi itu bukan alasan untuk menyerah dalam membangun hubungan yang sehat.

Justru, masa inilah saatnya Anda paling dibutuhkan oleh mereka, bukan hanya sebagai pengatur atau pengendali, tapi sebagai tempat yang aman untuk berpulang.

Tulisan ini tidak akan menawarkan trik instan atau jurus pamungkas. Dilansir dari YouTube Coach M - Certified Life Coach-Master NLP Trainer, simak penjelasan dan tipsnya:

Kenapa Mereka Tidak Sopan?

Sikap tidak sopan pada remaja sebenarnya bukan sekadar soal "kurang ajar." Itu adalah tanda bahwa hubungan Anda dengan mereka sedang terputus. Hubungan yang sehat dibangun dari tiga hal:

  1. Empati
  2. Rasa ingin tahu
  3. Kerentanan

Jika ketiganya tidak hadir, anak merasa tidak dimengerti, tidak dilihat, dan tidak dihargai. Hasilnya? Mereka membalas dengan sikap yang menyebalkan.

1. Bangun Koneksi Lewat Komunikasi yang Rentan

Langkah pertama adalah berhenti mengedepankan kemarahan dan mulai berbicara dari hati. Ini berarti Anda harus jujur tentang perasaan Anda, bahkan rasa takut sekalipun.

Contoh:

"Aku tahu kamu ingin sekali pergi ke pesta itu. Tapi jujur saja, aku takut. Aku takut kamu ditekan untuk melakukan hal-hal yang berbahaya. Aku percaya padamu, tapi aku juga tahu betapa mudahnya ikut-ikutan."

Dengan cara ini, Anda tidak hanya memberi larangan. Anda menunjukkan bahwa Anda peduli. Dan remaja Anda akan lebih menghormati kejujuran emosional seperti ini daripada sekadar mendengar, "Kamu nggak boleh pergi."

2. Tegaskan Batasan dengan Tenang dan Tegas

Sering kali, orang tua justru memperkuat rasa "berhak" pada anak tanpa sadar. Ketika Anda terus menuruti keinginan mereka demi menghindari konflik, mereka akan marah ketika suatu saat tidak mendapatkan yang mereka inginkan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore