Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Mei 2026 | 02.12 WIB

Orang Tua yang Menjaga Hubungan Kuat dengan Anak-Anak Dewasa Biasanya Menghindari 7 Kebiasaan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjaga hubungan kuat dengan anak-anak. (Magnific/freepik) - Image

seseorang yang menjaga hubungan kuat dengan anak-anak. (Magnific/freepik)

JawaPos.com - Seiring bertambahnya usia anak, hubungan orang tua dan anak pun ikut berubah. Dari yang awalnya penuh arahan dan kontrol, perlahan bergeser menjadi hubungan yang lebih setara—bahkan seperti pertemanan. Namun, tidak semua orang tua berhasil beradaptasi dengan perubahan ini.

Dalam perspektif psikologi, hubungan yang sehat antara orang tua dan anak dewasa bukan hanya soal kasih sayang, tetapi juga tentang batasan, rasa hormat, dan komunikasi yang matang. Menariknya, orang tua yang mampu mempertahankan hubungan kuat dengan anak-anak mereka yang sudah dewasa cenderung menghindari kebiasaan tertentu.

Dilansir dari Expert Editor, terdapat tujuh kebiasaan yang biasanya mereka hindari:

1. Mengontrol Kehidupan Anak Secara Berlebihan

Ketika anak sudah dewasa, kebutuhan akan otonomi menjadi sangat penting. Orang tua yang terus mencoba mengontrol—mulai dari pilihan karier, pasangan, hingga gaya hidup—justru berisiko merusak hubungan.

Psikologi menunjukkan bahwa individu dewasa yang merasa dikontrol cenderung menarik diri atau bahkan menjauh secara emosional. Orang tua yang bijak memahami bahwa peran mereka bukan lagi “pengarah utama”, melainkan “pendukung”.

2. Memberikan Nasihat Tanpa Diminta

Memberi nasihat memang sering terasa sebagai bentuk kepedulian. Namun, jika dilakukan terus-menerus tanpa diminta, hal ini bisa terasa seperti kritik terselubung.

Orang tua yang menjaga hubungan baik biasanya menahan diri. Mereka menunggu momen yang tepat atau bertanya terlebih dahulu: “Kamu mau pendapat dari aku?” Hal sederhana ini menunjukkan rasa hormat terhadap kemandirian anak.

3. Mengkritik Secara Berlebihan

Kritik yang terlalu sering—bahkan jika dimaksudkan untuk kebaikan—dapat membuat anak dewasa merasa tidak pernah cukup baik.

Menurut psikologi, hubungan yang sehat dibangun lebih banyak melalui validasi daripada koreksi. Orang tua yang berhasil mempertahankan kedekatan biasanya lebih fokus pada apresiasi dibandingkan kekurangan.

4. Tidak Menghargai Batasan (Boundaries)

Anak dewasa memiliki kehidupan sendiri: pekerjaan, pasangan, bahkan keluarga baru. Orang tua yang terus masuk tanpa izin—misalnya mengatur waktu, menuntut perhatian, atau mencampuri urusan pribadi—bisa melanggar batas emosional.

Sebaliknya, orang tua yang sehat secara emosional memahami bahwa batasan bukan tanda menjauh, melainkan bentuk hubungan yang lebih matang.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore