Ilustrasi gigi bungsu seorang remaja perempuan sedang diperiksa oleh dokter gigi (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Gigi adalah bagian dari struktur tubuh manusia yang terletak di dalam mulut, fungsinya untuk mengunyah makanan sehingga lebih mudah dicerna. Gigi tersusun dari beberapa lapisan, yaitu enamel yang merupakan lapisan terluar gigi, lalu ada dentin yang terdapat di bawah enamel dan juga pulpa yaitu bagian terdalam gigi berisi pembuluh darah dan saraf.
Setiap gigi memiliki bentuk serta fungsi berbeda, mulai dari gigi seri untuk memotong makanan, gigi taring untuk merobek, hingga gigi geraham yang digunakan untuk mengunyah dan menghaluskan makanan. Semua gigi memiliki peran yang saling berkaitan, sehingga menjaga kesehatan gigi sangatlah penting.
Penjelasan Terkait Gigi Bungsu
Pada saat kamu berupaya untuk menjaga kesehatan dan keindahan gigi, terdapat risiko masalah pada gigi salah satunya adalah kondisi gigi bungsu. Dikutip dari Alodokter, gigi bungsu merupakan gigi geraham yang tumbuh terakhir dan posisinya berada di bagian paling belakang mulut.
Kondisi ini mulai muncul ketika seseorang memasuki usia remaja akhir hingga dewasa muda, yakni sekitar 17-25 tahun. Disebabkan urutan tumbuhnya paling akhir, gigi bungsu seringkali tidak memiliki cukup ruang untuk keluar di gusi.
Hal ini dapat menyebabkan gigi hanya muncul sebagian atau bahkan tetap tertutup sepenuhnya di dalam gusi. Kondisi ini dinamakan impaksi, yang mengakibatkan gusi bengkak dan rasa nyeri hingga merusak struktur gigi di sekitarnya.
Gejala Tumbuhnya Gigi Bungsu
Gigi bungsu atau wisdom teeth biasanya hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan rontgen. Dokter akan menggunakan sinar-X panoramik untuk melihat kondisi seluruh gigi dan rahang sehingga posisi gigi bungsu dapat terlihat dengan jelas.
Selain melalui rontgen, munculnya gigi bungsu juga bisa dikenali dari sejumlah keluhan. Dikutip dari Halodoc, terdapat beberapa gejala yang umumnya menyertai pertumbuhan gigi bungsu.
Gejala tumbuhnya gigi bungsu dapat berupa gusi yang membengkak di area belakang rongga mulut, disertai rasa nyeri pada rahang. Gusi juga bisa menjadi lebih sensitif, mudah berdarah, atau terasa lunak.
Selain itu, beberapa orang mengalami kesulitan membuka mulut secara lebar, muncul rasa tidak nyaman di dalam mulut, serta bau mulut yang mengganggu. Keseluruhan gejala ini merupakan tanda dari kondisi gangguan pada mulut yang bernama impaksi.
Cara Menangani Gigi Bungsu
Penanganan gigi bungsu yang mengalami impaksi umumnya ditentukan berdasarkan tingkat keparahan kondisinya. Jika impaksi tidak menimbulkan keluhan, dokter biasanya akan memantau perkembangan gigi bungsu secara berkala atau mempertimbangkan pencabutan untuk mencegah masalah di masa mendatang.
Bila impaksi menyebabkan rasa sakit atau gangguan lain, maka pencabutan gigi bungsu akan dilakukan secepatnya. Setelah pencabutan, pasien bisa mengalami beberapa efek samping akibat anestesi seperti nyeri, pembengkakan pada area wajah dan mulut, sensasi kesemutan, serta kekakuan pada rahang.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
