
Perilaku orang tua yang menghancurkan kepercayaan diri anak kata Psikologi. (Freepik/ peoplecreations)
JawaPos.com – Kepercayaan diri anak tidak terbentuk begitu saja, melainkan dipengaruhi oleh pola asuh dan sikap orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Sayangnya, tanpa disadari, ada sejumlah perilaku yang justru bisa meruntuhkan kepercayaan diri anak dan berdampak jangka panjang pada perkembangan psikologisnya.
Dari terlalu sering mengkritik hingga membandingkan dengan anak lain, beberapa kebiasaan ini bisa membuat anak tumbuh dengan rasa rendah diri dan takut mengambil risiko.
Dilansir dari geediting.com pada Senin (17/3), diterangkan bahwa terdapat delapan perilaku orang tua yang dapat menghancurkan kepercayaan diri pada anak mereka menurut Psikologi.
Terlalu banyak atau terlalu sedikit pujian dapat berdampak negatif pada kepercayaan diri anak. Ketika orangtua terus-menerus menyebut anak mereka sebagai yang terbaik dalam segala hal, anak tersebut mungkin akan mengalami goncangan mental saat menghadapi tantangan yang tidak bisa mereka atasi dengan mudah.
Situasi ini bisa menciptakan tekanan berat karena anak merasa harus selalu sempurna sesuai label yang diberikan. Di sisi lain, kurangnya pengakuan atas usaha dan prestasi anak juga bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik atau berharga.
Baca Juga: 4 Kesalahan Didikan Orang Tua yang Mengakibatkan Anaknya Tidak Mengerti Rasa Berterima Kasih
Naluri orangtua untuk melindungi anak dari kekecewaan dan kegagalan sebenarnya bisa kontraproduktif bagi perkembangan mental mereka. Ketika orangtua terlalu sering mengintervensi untuk mencegah anak mengalami kegagalan, mereka secara tidak langsung mengirim pesan bahwa anak mereka tidak mampu mengatasi tantangan sendiri.
Pengalaman gagal justru penting untuk membangun ketangguhan mental dan kepercayaan diri. Mendampingi anak melewati kegagalan sambil memberikan dukungan emosional jauh lebih bermanfaat daripada mencegah mereka mengalami kegagalan sama sekali.
Ketika orangtua membandingkan anak mereka dengan saudara atau teman sebayanya, hal ini dapat memicu rasa persaingan yang tidak sehat dan perasaan tidak mampu. Anak mungkin mulai berpikir bahwa mereka perlu menjadi seperti orang lain untuk mendapatkan kasih sayang dan penghargaan.
Situasi ini bisa menumbuhkan rasa tidak aman dan harga diri yang rendah, yang akhirnya membuat mereka enggan mencoba hal-hal baru karena takut tidak mampu memenuhi ekspektasi. Membandingkan anak dengan orang lain hanya akan menciptakan tekanan mental yang tidak perlu.
Anak-anak, seperti orang dewasa, memiliki berbagai spektrum emosi yang perlu diekspresikan secara sehat. Ketika orangtua melarang anak menangis atau marah dengan alasan mendidik anak menjadi “baik” dan “penurut”, mereka sebenarnya sedang mengajarkan bahwa perasaan mereka salah atau tidak penting.
Anak yang tidak diberi ruang untuk mengekspresikan emosinya cenderung memendam perasaan, yang bisa berujung pada keraguan diri dan rendahnya harga diri. Menciptakan lingkungan yang aman bagi anak untuk mengekspresikan perasaan mereka adalah kunci dalam membangun kepercayaan diri yang sehat.
Meski orangtua berniat baik untuk membimbing anak mereka menuju kesuksesan, sikap yang terlalu kritis bisa merusak kepercayaan diri anak. Ketika setiap kesalahan kecil disorot dan dikoreksi terus-menerus, anak bisa merasa tidak ada yang benar dari apa yang mereka lakukan.

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
