Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 24 Juni 2025 | 12.40 WIB

Cara Efektif Menghindari Menjadi Ibu yang Menyakiti Anak Seperti yang Dialami di Masa Lalu

Ilustrasi menghindari menjadi ibu yang menyakitkan bagi anak (Freepik) - Image

Ilustrasi menghindari menjadi ibu yang menyakitkan bagi anak (Freepik)

JawaPos.com – Pola pengasuhan yang menyakitkan dari masa lalu dapat terus berulang tanpa disadari jika tidak disikapi dengan bijak.

Ibu toxic adalah sosok yang membentuk hubungan emosional tidak sehat dengan anak melalui manipulasi, kontrol, atau pelecehan psikologis.

Memahami cara menghindari menjadi ibu beracun membantu membangun hubungan sehat dan aman dengan anak-anak.

Berikut cara efektif menghindari menjadi ibu yang menyakiti anak seperti yang dialami di masa lalu dilansir dari laman Xonecole, Senin (23/6):

1. Kenali Pola Lama

Banyak kebiasaan saat ini terbentuk dari pengasuhan masa kecil yang tidak disaring ulang secara sadar. Kebiasaan seperti membentak, merendahkan, atau memanipulasi bisa saja dilakukan hanya karena diturunkan dari pola ibu sebelumnya.

Tindakan ini berpotensi mengulangi luka emosional yang sama kepada anak. Mengidentifikasi asal pola ini menjadi langkah awal perubahan.

2. Tetapkan Batas yang Jelas

Tidak semua hubungan keluarga harus bersifat tanpa batas demi menjaga hubungan tetap "baik". Menetapkan batas berarti membangun rasa hormat dalam komunikasi dan tindakan sehari-hari.

Tanpa batas, emosi negatif mudah dilampiaskan secara tidak proporsional. Belajar berkata "tidak" adalah bagian penting dari perlindungan emosional.

3. Cari Sosok Panutan Positif

Lingkungan baru dengan figur wanita dewasa yang sehat secara emosional membantu membentuk ulang pemahaman tentang peran ibu. Sosok seperti mentor, tetangga bijak, atau teman yang mendukung dapat menjadi cerminan pola pengasuhan yang positif.

Panutan ini memberi contoh tentang empati, sabar, dan ketegasan dalam membesarkan anak. Melihat cara mereka berinteraksi menjadi proses belajar secara nyata.

4. Pertimbangkan Terapi Profesional

Terapi bukan tanda kelemahan, melainkan langkah sadar untuk mengurai luka masa lalu dan mencegah pengulangannya. Terapis berlisensi dapat membantu mengenali akar perilaku yang menyakitkan dan membentuk respons yang sehat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore