
Ilustrasi seorang dewasa muda tampak ragu-ragu saat harus membuat pilihan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Masa kanak-kanak adalah fondasi penting bagi perkembangan seseorang. Pola asuh yang diterima saat kecil sangat memengaruhi bagaimana individu tersebut bersikap dan berinteraksi di kemudian hari.
Dikutip dari laman Geediting.com, Selasa (1/4), salah satu pola asuh yang menarik untuk dibahas adalah overparenting, atau pola asuh yang terlalu melindungi.
Anak-anak yang tumbuh dalam lingkungan seperti ini seringkali menunjukkan perilaku unik terkait kemandirian dan harga diri saat mereka dewasa. Mari kita telaah lebih lanjut mengenai sikap-sikap tersebut.
1. Kesulitan Membuat Keputusan
Individu yang terbiasa dengan orang tua yang selalu mengambil keputusan untuk mereka sejak kecil akan kesulitan saat harus membuat pilihan sendiri. Mereka tidak memiliki banyak kesempatan untuk melatih kemampuan mengambil keputusan. Akibatnya, mereka bisa merasa cemas dan kewalahan saat dihadapkan pada berbagai pilihan di kehidupan dewasa.
2. Selalu Mencari Validasi
Ketika setiap keputusan dan tindakan mereka di masa kecil selalu diawasi dan divalidasi oleh orang tua, mereka akan terbiasa dengan hal itu. Kebiasaan ini terbawa hingga dewasa, di mana mereka terus-menerus mencari persetujuan dan validasi dari orang lain. Mereka mungkin merasa tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri tanpa adanya pengakuan dari luar.
3. Berjuang Menghadapi Kegagalan
Orang tua yang terlalu melindungi seringkali berusaha menghindarkan anak-anak mereka dari pengalaman gagal atau kecewa. Hal ini membuat anak-anak tidak belajar bagaimana menghadapi dan mengatasi kegagalan. Ketika dewasa, mereka mungkin akan sangat takut pada kegagalan dan cenderung menghindarinya, atau merasa sangat terpukul saat mengalaminya.
4. Ketergantungan pada Orang Lain
Anak-anak yang terbiasa dengan orang tua yang selalu hadir dan membantu dalam segala hal cenderung menjadi kurang mandiri. Mereka tidak terbiasa menyelesaikan masalah atau melakukan tugas sendiri. Ketergantungan ini bisa berlanjut hingga dewasa, di mana mereka mungkin selalu mencari bantuan orang lain untuk mengatasi tantangan hidup.
5. Kesulitan Mengekspresikan Emosi
Tumbuh dengan orang tua yang terlalu mengontrol seringkali membuat anak-anak merasa tidak aman untuk mengekspresikan emosi negatif. Mereka mungkin takut mengecewakan atau membuat marah orang tua mereka. Akibatnya, mereka bisa kesulitan mengenali dan mengungkapkan emosi mereka secara sehat saat dewasa.
6. Takut pada Konfrontasi
Orang tua yang terlalu melindungi mungkin selalu turun tangan untuk menyelesaikan konflik anak-anak mereka. Hal ini membuat anak-anak tidak belajar bagaimana menghadapi dan menyelesaikan konflik secara mandiri. Saat dewasa, mereka mungkin akan cenderung menghindari konfrontasi karena merasa tidak nyaman atau tidak tahu bagaimana menghadapinya.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
