Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Maret 2025 | 19.52 WIB

Orang yang Tumbuh dalam Keluarga Berantakan Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Saat Dewasa

Ilustrasi anak yang mengalami broken home. (Freepik) - Image

Ilustrasi anak yang mengalami broken home. (Freepik)

JawaPos.com – Tumbuh dalam keluarga yang retak dapat membentuk cara seseorang bertindak sebagai orang dewasa.

Ini bukan tentang menyalahkan orang lain, tetapi memahami bagaimana pengalaman tertentu telah membentuk dirinya.

Keluarga yang berantakan sering kali dapat menyebabkan perilaku tertentu pada anak yang berlanjut hingga dewasa, seperti dilansir Geediting.

  1. Kepekaan terhadap konflik

Tumbuh dalam keluarga yang berantakan kerap kali menimbulkan banyak konflik, perselisihan, dan ketegangan.

Sebagai orang dewasa, mereka yang mengalami kekacauan semacam ini di masa kecil mungkin memiliki kepekaan tinggi terhadap konflik.

Mereka mungkin terlalu berhati-hati atau cemas dalam situasi yang sedikit saja menunjukkan ketidaksetujuan atau perselisihan.

  1. Mencari stabilitas

Tumbuh dalam lingkungan yang selalu berubah dan tidak pasti, mereka mencari apa pun yang menawarkan rasa stabilitas dan kepastian.

Hal itu bisa dalam hubungan, karier, atau bahkan rutinitas sehari-hari.

Pencarian stabilitas ini bukan tentang rasa takut terhadap perubahan atau tantangan, namun upaya menemukan landasan, sesuatu yang sering kali hilang di masa kecil.

  1. Berjuang dengan kepercayaan

Perilaku signifikan yang sering ditunjukkan oleh orang dewasa yang tumbuh dalam keluarga berantakan adalah pergumulan mendasar dengan rasa percaya.

Hal ini tidak hanya berlaku untuk hubungan pribadi, tetapi dapat merasuki semua aspek kehidupan mulai dari hubungan profesional hingga keputusan hidup secara umum.

Akar dari perilaku ini sering kali dapat ditelusuri kembali ke lingkungan yang tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan yang mereka alami saat masih anak-anak.

  1. Kesulitan dalam membentuk hubungan

Perilaku umum lainnya yang terlihat pada orang dewasa yang berasal dari keluarga berantakan adalah kesulitan dalam membentuk dan mempertahankan hubungan.

Orang-orang ini mungkin mendapati diri menjaga jarak dengan orang lain, takut akan kerentanan dan keintiman emosional.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore