JawaPos.com - Pernah bertanya-tanya mengapa anak Anda tampak kurang menghormati Anda seiring mereka bertambah dewasa? Bisa jadi ada kebiasaan tertentu yang tanpa sadar Anda lakuka yang membuat rasa hormat mereka perlahan memudar.
Tenang, ini bukan soal menyalahkan diri sendiri. Parenting memang penuh tantangan, dan tidak ada yang sempurna.
Namun, memahami pola yang bisa merusak hubungan dengan anak akan membantu Anda memperbaikinya. Berikut adalah tujuh kebiasaan yang bisa membuat anak kehilangan rasa hormat kepada orang tuanya, dikutip dari Blog Herald, Rabu (5/3).
1) Tidak Konsisten antara Perkataan dan Perbuatan
Anak-anak lebih banyak belajar dari tindakan dibanding kata-kata. Jika Anda menasihati mereka untuk jujur, tetapi mereka melihat Anda berbohong dalam situasi tertentu, mereka akan menyadari inkonsistensi itu.
Kepercayaan dan rasa hormat dibangun melalui keteladanan. Jika Anda ingin mereka tumbuh menjadi pribadi yang jujur dan bertanggung jawab, tunjukkan itu dalam keseharian Anda.
2) Mengabaikan Perasaan Mereka
Pernahkah Anda menyepelekan perasaan anak karena menurut Anda masalah mereka tidak serius? Mungkin mereka menangis karena mainan rusak atau bertengkar dengan teman, dan Anda merespons dengan, “Ah, cuma begitu aja.”
Bagi mereka, itu masalah besar. Jika Anda terus mengabaikan emosi mereka, mereka bisa merasa tidak dihargai. Sebaliknya, validasi perasaan mereka, tunjukkan empati, dan dengarkan mereka dengan serius.
3) Terlalu Sering Mengkritik
Memberi masukan itu penting, tetapi jika terlalu sering dan hanya berfokus pada kesalahan, anak bisa merasa tidak cukup baik di mata Anda. Bayangkan Anda sedang belajar memasak, tetapi setiap langkah Anda dikritik tanpa satu pun apresiasi. Rasanya menyebalkan, bukan?
Anak juga begitu. Alih-alih hanya menunjuk kesalahan, cobalah mengapresiasi usaha mereka, sekecil apa pun. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri dan menghormati pendapat Anda.
4) Terlalu Mengontrol
Setiap orang butuh ruang untuk berkembang, termasuk anak-anak. Jika Anda terlalu banyak mengatur dan tidak memberi mereka kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, mereka bisa merasa terkekang.
Tentu saja, bimbingan tetap diperlukan, tetapi sesuaikan dengan usia mereka. Biarkan mereka belajar dari pengalaman dan kesalahan kecil. Dengan begitu, mereka akan merasa dipercaya dan lebih menghormati Anda sebagai orang tua.
5) Tidak Memberikan Perhatian Penuh
Anak-anak tahu ketika Anda tidak benar-benar mendengarkan mereka. Jika mereka bercerita dengan antusias, tetapi Anda sibuk dengan ponsel atau pekerjaan, mereka akan merasa diabaikan.
Sesekali, letakkan gadget, tatap mata mereka, dan dengarkan dengan sungguh-sungguh. Perhatian penuh yang Anda berikan akan membuat mereka merasa dihargai dan lebih menghormati Anda.
6) Membandingkan dengan Orang Lain
Sering membandingkan anak dengan saudara, teman, atau bahkan Anda sendiri saat kecil? Itu bisa membuat mereka merasa tidak cukup baik.
Setiap anak punya keunikan dan perkembangan masing-masing. Daripada membandingkan, fokuslah pada usaha dan pencapaian mereka sendiri. Dengan begitu, mereka akan lebih percaya diri dan menghargai diri mereka sendiri.
7) Enggan Meminta Maaf
Banyak orang tua merasa sulit meminta maaf kepada anak karena takut kehilangan wibawa. Padahal, mengakui kesalahan justru menunjukkan keteladanan yang baik.
Jika Anda salah, katakan, “Maaf, tadi Mama/Papa salah bicara.” Ini mengajarkan anak tentang tanggung jawab, integritas, dan juga menunjukkan bahwa Anda menghormati mereka.
Nah, jika Anda menyadari beberapa kebiasaan di atas dalam pola asuh Anda, jangan merasa bersalah. Parenting adalah perjalanan yang terus berkembang.
Yang terpenting, mulai buat perubahan kecil dari sekarang. Dengan memberikan contoh yang baik, mendengarkan dengan empati, dan memperlakukan anak dengan hormat, Anda akan membangun hubungan yang lebih kuat dan penuh rasa hormat dengan mereka.
Ingat, rasa hormat itu tidak bisa dipaksakan—tetapi bisa diperoleh melalui sikap dan tindakan kita sehari-hari.