
Ilustrasi Membentak Anak (Freepik)
JawaPos.com - Banyak orang tua mengandalkan teguran keras atau bentakan sebagai cara cepat untuk menghentikan perilaku anak yang dianggap bermasalah.
Namun, pendekatan ini sering kali hanya memberikan efek sementara dan bahkan dapat memperburuk situasi dalam jangka panjang.
Pemahaman yang keliru mengenai disiplin membuat strategi ini terus digunakan, meskipun hasilnya tidak optimal.
Dalam pendekatan analisis perilaku terapan, perubahan perilaku tidak cukup hanya dengan menghentikan tindakan yang tidak diinginkan.
Fokus utama justru terletak pada bagaimana mengganti perilaku tersebut dengan alternatif yang lebih adaptif.
Tanpa penggantian yang jelas, anak cenderung kembali pada kebiasaan lama karena kebutuhan dasarnya belum terpenuhi.
Artikel ini membahas mengapa membentak tidak efektif dan menawarkan pendekatan yang lebih sistematis serta berbasis bukti untuk membantu Anda membentuk perilaku anak secara lebih efektif dan berkelanjutan yang dirangkum dari Psychology Today pada Sabtu (11/04).
1. Memahami Makna Hukuman Secara Tepat
Hukuman sering dipersepsikan sebagai tindakan keras yang menyakitkan atau menekan anak.
Padahal, dalam perspektif ilmiah, hukuman adalah segala konsekuensi yang mampu menurunkan kemungkinan suatu perilaku terulang kembali.
Dengan kata lain, hukuman tidak harus berupa kemarahan atau tindakan ekstrem.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

5 Cara Menemukan Jodoh Bagi Orang Introvert Yang Tidak Suka Bersosialisasi
Mengulik Penyebab Rans Carnival Diboikot, Deklarasi Mahasewa hingga Share Revenue UMKM 20 Persen
Profil AKBP Netty Rosdiana, Istri Jenderal Polisi yang Pernah Sindir Seskab Teddy 'Lupa Daratan'
Prediksi Skor Garudayaksa vs PSS Sleman: Sama-Sama Terluka, Duel Pakansari Rawan Berakhir Imbang
5 Pekerjaan Terbaik untuk Introvert, Pilihan Karir yang Sesuai dengan Kelebihan Diri
Fitrah Maulana Syukuri Debut dan Cleansheet di ACL Two Bersama Persib Bandung
Prediksi Skor Garudayaksa FC vs PSS Sleman: Kejutan atau Deja vu Final Championship Musim Lalu
Prediksi Skor Dewa United vs Persija di Super League: Macan Kemayoran Amankan Poin Penting di Banten
Matheus Lagoa Segera Bela Persebaya Surabaya, Cedera Betis Pulih, 30 Gol Jadi Modal
Jack Miller Ungkap Alasan Marah di Sprint Race MotoGP Malaysia, Minta Maaf ke Pramac Yamaha

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022