Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 20 Oktober 2026 | 16.49 WIB

Wuling Eksion Punya Mode Berkendara yang Bisa Diatur Sendiri, Begini Cara Kerjanya

Jejeran Wuling Eksion di Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng). (Ilham Safutra/JawaPos.com) - Image

Jejeran Wuling Eksion di Purwokerto, Jawa Tengah (Jateng). (Ilham Safutra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Wuling Eksion menawarkan pengalaman berkendara yang lebih personal melalui fitur Personalized Mode. Fitur ini memungkinkan pengemudi menyesuaikan respons tenaga dan intensitas pemulihan energi sesuai preferensi serta kondisi perjalanan.

Berbeda dari mode berkendara standar seperti Eco, Normal, dan Sport, Personalized Mode memberikan keleluasaan bagi pengguna untuk menentukan karakter berkendara melalui dua pengaturan utama, yakni Power Response dan Energy Recovery Level.

Fitur tersebut dapat diakses melalui layar kontrol berukuran 12,8 inci. Pengemudi cukup memilih ikon kendaraan atau menu Mobil, masuk ke bagian Driving, kemudian memilih opsi Custom.

Bisa Atur Respon Tenaga

Melalui pengaturan Power Response, pengemudi dapat menentukan tingkat respons kendaraan saat berakselerasi. Persentase yang lebih tinggi membuat respons akselerasi terasa lebih agresif.

Sebaliknya, pengaturan dengan persentase lebih rendah menghasilkan respons tenaga yang lebih halus.

Tampilan layar pengaturan di mobil Wuling Eksion. (Dony/JawaPos.com)

Pengaturan ini memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter kendaraan dengan kebutuhan perjalanan, baik saat berkendara di perkotaan maupun ketika membutuhkan respons akselerasi yang lebih spontan.

Konsumen bisa dengan mudah memilih drive mode Personalized (Persl) sesuai selera dengan cara berikut:

  • Menu Awal pada screen / layar kontrol
  • Pilih gambar mobil di pojok kiri bawah
  • Pilih menu mode mengemudi
  • Lalu pilih yang kiri atas; custom

Intensitas Regenerative Braking Bisa Disesuaikan

Selain respon tenaga, mode Personalized juga menyediakan pengaturan Energy Recovery Level. Parameter ini berfungsi untuk menyesuaikan intensitas pemulihan energi melalui sistem regenerative braking.

Ketika persentasenya ditingkatkan, efek pengereman regeneratif menjadi lebih kuat. Sebaliknya, persentase yang lebih rendah mengurangi intensitas pemulihan energi saat kendaraan melambat.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore