Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Maret 2026, 20.39 WIB

Kalah dari Geely, BYD Hadapi Tekanan Besar di Pasar Tiongkok

Ilustrasi penjualan Geely akan menyalip BYD di pasar global. - Image

Ilustrasi penjualan Geely akan menyalip BYD di pasar global.

JawaPos.com - BYD di Indonesia masih merasakan "bulan madu" dengan mendapat sambutan positif dari konsumen. Pasalnya model yang ditawarkan mempunyai desain dan teknologi yang menurut konsumen Indonesia up todate dan terkini.

Namun sebaliknya penjualan mobil listrik global milik BYD mengalami penurunan signifikan pada Februari 2026. Secara tahunan, penjualannya merosot hingga 41,1 persen dibanding periode yang sama tahun lalu—menjadi penurunan terdalam sejak masa pandemi COVID-19.

Tren negatif ini juga menandai penurunan penjualan selama enam bulan berturut-turut, sekaligus menjadi performa terburuk perusahaan sejak Februari 2020.

Pada awal tahun, pasar otomotif global—khususnya di Tiongkok—memang kerap mengalami fluktuasi karena momentum Tahun Baru Imlek.

Pada 2026, pemerintah Tiongkok bahkan memperpanjang masa libur hingga sembilan hari, yang berdampak pada aktivitas produksi dan distribusi kendaraan.

Namun demikian, penurunan penjualan BYD dinilai tidak semata disebabkan faktor musiman. Dalam dua bulan pertama 2026, penjualan globalnya tercatat turun 35,8 persen secara tahunan—menjadi kontraksi terbesar untuk periode tersebut sejak 2020.

Penjualan Domestik Anjlok, Ekspor Justru Tumbuh
Di tengah tekanan pasar, BYD masih mencatat pertumbuhan pada segmen ekspor dengan total pengiriman mencapai 100.600 unit pada Februari. Sebaliknya, pasar domestik justru mengalami penurunan tajam.

Penjualan dalam negeri BYD turun hingga 65 persen menjadi 89.590 unit, lebih dalam dibanding penurunan 53,2 persen pada Januari. Pada periode tersebut, Geely berhasil menyalip BYD sebagai produsen mobil terbesar di Tiongkok.

Strategi Baru: Skema Kredit Murah hingga 7 Tahun
Untuk menghadapi persaingan yang semakin ketat, BYD mulai mengadopsi strategi pembiayaan agresif. Salah satunya dengan menawarkan program kredit berbunga rendah hingga tujuh tahun, mengikuti langkah yang sebelumnya diperkenalkan oleh Tesla pada awal 2026.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli konsumen sekaligus memperkuat posisi BYD di pasar kendaraan listrik.

Siapkan Inovasi Teknologi dan Ekspansi Global
Di tengah persaingan teknologi yang semakin sengit, BYD dikabarkan tengah menyiapkan peluncuran inovasi baru dalam waktu dekat. Hal ini menjadi bagian dari strategi untuk mempertahankan daya saing di pasar global.

Selain itu, ekspansi ke luar negeri terus menjadi fokus utama. BYD juga termasuk dalam daftar finalis bersama Geely dalam proses akuisisi pabrik milik aliansi Nissan dan Mercedes-Benz yang berlokasi di Meksiko.

Regulasi Ketat Tiongkok Ubah Peta Persaingan
Ketatnya persaingan di industri otomotif China mendorong pemerintah setempat memperbarui regulasi, termasuk aturan harga dan pengawasan ekspor kendaraan. Langkah ini bertujuan untuk menggeser kompetisi dari sekadar harga menjadi berbasis nilai dan inovasi.

Penurunan penjualan BYD pada awal 2026 mencerminkan tekanan besar di pasar kendaraan listrik global. Meski faktor musiman seperti Tahun Baru Imlek turut berpengaruh, kompetisi yang semakin ketat dan perubahan dinamika pasar menjadi tantangan utama yang harus dihadapi.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore