JawaPos.com - Industri otomotif nasional bertanya-tanya terkait rencana impor 105 ribu unit kendaraan niaga dari India. Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) sendiri mengungkapkan bahwa kapasitas industri nasional sebenarnya mampu memenuhi kebutuhan itu.
Tanggapan ini muncul setelah adanya kontrak pengadaan kendaraan untuk proyek Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) senilai Rp24,66 triliun yang melibatkan dua produsen asal India. Padahal, di dalam negeri memiliki tujuh pabrik kendaraan niaga yang juga memproduksi model yang sama.
Saat ini, tujuh produsen besar yang tergabung dalam Gaikindo, termasuk Suzuki, Isuzu, hingga Toyota, tercatat memiliki kapasitas produksi kendaraan pick-up hingga 400.000 unit per tahun yang saat ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua Umum Gaikindo Putu Juli Ardika menyampaikan bahwa industri nasional pada dasarnya hanya membutuhkan waktu dan kesempatan untuk menyesuaikan spesifikasi kendaraan sesuai kebutuhan pasar, termasuk untuk segmen penggerak 4x4.
Pemanfaatan kapasitas produksi dalam negeri secara maksimal dinilai dapat menjadi solusi untuk meredam potensi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor otomotif, yang dalam beberapa tahun terakhir terimbas perlambatan pasar domestik.
"Sebenarnya anggota Gaikindo dan juga industri-industri pendukungnya, diantaranya industri komponen otomotif yang tergabung dalam GIAMM mempunyai kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut, namun memang diperlukan waktu yang memadai agar jumlah dan kriterianya dapat dipenuhi," ungkap Putu Juli Ardika dalam keterangan resminya, dikutip Senin (23/2).
Ia menambahkan bahwa dengan membuka ruang bagi industri nasional serta Gabungan Industri Alat-Alat Mobil & Motor (GIAMM), Indonesia dapat mengoptimalkan potensi ekonomi dari sektor hulu hingga hilir.
Selain itu, keberadaan jaringan layanan servis dan purna jual yang telah tersebar luas hingga ke berbagai daerah menjadi keunggulan tersendiri yang tidak dapat segera diimbangi oleh kendaraan impor.
Adapun pptimalisasi produksi dalam negeri dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan sekitar 1,5 juta tenaga kerja di sepanjang rantai industri otomotif nasional yang tengah menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan domestik.
Secara keseluruhan, industri otomotif Indonesia memiliki fondasi produksi yang kuat dengan total kapasitas mencapai 2,5 juta unit per tahun dari 61 perusahaan anggota. Untuk segmen kendaraan niaga ringan seperti pick-up, produksi lokal saat ini masih didominasi oleh varian penggerak 4x2 dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang telah melampaui 40 persen.
Kondisi ini menandakan ketergantungan terhadap pasokan komponen dari luar negeri semakin berkurang.
Di tengah penurunan penjualan domestik yang sempat berada di bawah angka 1 juta unit per tahun, kinerja ekspor kendaraan rakitan dalam negeri justru menunjukkan tren positif. Lebih dari 518.000 unit kendaraan produksi lokal telah berhasil diekspor ke 93 negara, mencerminkan bahwa produk otomotif buatan Indonesia telah memenuhi standar global dan mampu bersaing di pasar internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022