Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 September 2026 | 02.15 WIB

VinFast Perkuat Pabrik di Subang, Bidik TKDN 80 Persen pada 2030

Vinfast mentargetkan kandungan lokal melampaui 40 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 60 persen pada 2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030. (Istimewa). - Image

Vinfast mentargetkan kandungan lokal melampaui 40 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 60 persen pada 2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030. (Istimewa).

JawaPos.com - Persaingan industri kendaraan listrik (EV) di Indonesia tidak lagi sebatas menghadirkan produk baru. Sejumlah pabrikan mulai memperkuat investasi dan produksi lokal untuk membangun rantai pasok kendaraan listrik di dalam negeri.

VinFast menjadi salah satu merek yang mengambil langkah tersebut. Pabrikan asal Vietnam itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu basis penting dalam pengembangan bisnisnya di kawasan Asia Tenggara.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembangunan fasilitas manufaktur di Subang, Jawa Barat. Tak sekadar menjadi lokasi perakitan kendaraan, fasilitas ini diproyeksikan menjadi bagian dari strategi lokalisasi VinFast di Indonesia.

TKDN Ditargetkan Tembus 80 Persen
Salah satu target utama VinFast adalah meningkatkan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) secara bertahap.

Kandungan lokal ditargetkan melampaui 40 persen pada 2026. Angka tersebut kemudian diproyeksikan meningkat menjadi 60 persen pada 2029 dan mencapai 80 persen mulai 2030.

Target tersebut menunjukkan arah strategi VinFast yang tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar kendaraan listrik, tetapi juga sebagai bagian dari rantai produksi.

Dengan semakin tingginya kandungan lokal, keterlibatan industri komponen dalam negeri diharapkan ikut meningkat. Mulai dari pemasok komponen hingga berbagai sektor pendukung produksi kendaraan.

Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan upaya pemerintah mendorong terbentuknya ekosistem kendaraan listrik yang lebih kuat di dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menekankan bahwa pertumbuhan industri kendaraan listrik perlu diikuti penguatan rantai pasok lokal.

“Pertumbuhan industri kendaraan listrik di Indonesia harus diikuti dengan penguatan rantai pasok dalam negeri untuk mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih, sekaligus meningkatkan nilai tambah produksi nasional melalui kemitraan dengan IKM komponen lokal,” ujar Agus.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore